4 Jenis Makanan Ini Sangat Baik Dikonsumsi Untuk Kesehatan Otak

4 Jenis Makanan Ini Sangat Baik Dikonsumsi Untuk Kesehatan Otak

Apa itu Kesehatan Otak ?

(source image: www.huffpost.com)

Definisi – Sepanjang hidup Anda, tugas otak Anda adalah membantu Anda memahami dunia dan membantu mengawasi operasi dan kehidupan sehari-hari Anda. Kesehatan otak mengacu pada kemampuan untuk mengingat, belajar, bermain, berkonsentrasi, dan mempertahankan pikiran yang jernih dan aktif. Itu mampu memanfaatkan kekuatan otak Anda manajemen informasi, logika, penilaian, perspektif, dan kebijaksanaan. Sederhananya, kesehatan otak adalah tentang memanfaatkan otak Anda sebaik mungkin dan membantu mengurangi beberapa risiko terhadapnya seiring dengan bertambahnya usia Anda.

Maka dari itu, untuk menjaga kesehatan dan kinerjanya, otak juga membutuhkan asupan konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan serat yang baik untuk otak.

Sayuran dan buah-buahan berwarna-warni — seperti sayuran hijau, cabai, bit, dan beri — tinggi karotenoid dan anthocyanin, pigmen antioksidan yang memberikan warna cerah. “Antioksidan melindungi lapisan sel otak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang merupakan molekul berbahaya yang menyebabkan peradangan dan hasil dari faktor seperti pola makan yang buruk atau merokok.

Sayuran hijau dan kacang-kacangan juga menghasilkan folat, yang membantu menghasilkan neurotransmitter, pembawa pesan kimia di otak yang penting untuk berpikir dan suasana hati.

4 Jenis Makanan Ini Sangat Baik Dikonsumsi Untuk Kesehatan Otak

Sebagian besar orang sudah memahami bahwa ketika mereka makan makanan yang sehat, padat nutrisi, mereka merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi. Namun, lebih sedikit orang yang menyadari bahwa makanan yang mereka makan memiliki efek langsung pada kemampuan mereka untuk berpikir, belajar, dan melakukan sesuatu untuk diingat.

Lalu apa saja makanan yang baik dikonsumsi untuk kesehatan otak kita ?

Baiklah, berikut ini ada beberapa makan sehari-hari yang baik untuk kesehatan :

1. Ikan Salmon (lemak omega-3)

Ikan adalah sumber utama: Makan ikan berlemak (seperti salmon, sarden, mackerel, atau trout) seminggu sekali dapat membantu memperlambat penurunan kognitif dan mengurangi risiko Alzheimer.

Asam lemak omega-3 yang dikemas ke setiap bagian dari ikan laut ini sangat penting untuk fungsi otak yang optimal. Ini adalah komponen yang membuat salmon bukan hanya salah satu makanan terbaik untuk otak Anda tetapi berharga untuk kesehatan secara keseluruhan. Para ilmuwan mengutip sifat anti-inflamasi salmon sebagai alasan lain untuk memilih makanan ini untuk memberi makan otak Anda. Mengkonsumsi ikan salmon dua atau tiga kali seminggu dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan daya ingat.

2. Sayuran Hijau

Kale, bayam, selada romaine dan Swiss chard adalah makanan terbaik untuk kesehatan otak. Ini karena mereka sarat dengan antioksidan kuat yang melindungi otak dari memburuk. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua yang menikmati satu atau dua porsi sayuran hijau setiap hari menunjukkan lebih sedikit tanda-tanda peringatan demensia.

3. Telur

Orang-orang yang tertarik untuk mempertahankan kemampuan mereka untuk berkomunikasi saat mereka tumbuh dewasa dan memastikan bahwa ingatan mereka tetap setajam silet disarankan untuk makan telur utuh secara teratur. Ini juga melibatkan makan kuning telur yang mengandung kolin, zat yang mendukung kesehatan neurotransmitter.

4. Biji-bijian

Makanan yang mengandung biji-bijian menyediakan bahan bakar penting yang membuat otak Anda tetap waspada dan aktif. Perlu diingat bahwa meskipun otak Anda relatif kecil dibandingkan dengan bagian tubuh Anda yang lain, ia mengklaim persentase yang cukup besar dari energi yang Anda konsumsi. Makanan gandum utuh seperti quinoa, roti gandum utuh, dan beras merah meningkatkan aliran darah dan menyediakan otak dengan serat, antioksidan dan vitamin E yang dibutuhkan untuk berfungsi optimal.

Baik, itulah 4 jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan otak Anda, dan tentunya masih banyak makanan lainnya yang juga baik untuk kesehatan otak. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan asupan makanan sehari-hari Anda, guna untuk menjaga kesehatan otak terutama kesehatan tubuh lainnya. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

4 Jenis Makanan Ini Sangat Baik Dikonsumsi Untuk Kesehatan Otak

Bagikan :

Mengenal Lebih Dalam Jenis Penyakit Retinopati

Mengenal Lebih Dalam Jenis, Penyebab dan Gejala Penyakit Retinopati

SolusiTetapSehat.Com

Definisi

Retinopati adalah kerusakan pada retina mata, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Retinopati sering mengacu pada penyakit vaskular retina, atau kerusakan pada retina yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak normal. Degenerasi makula terkait usia secara teknis termasuk dalam istilah payung retinopati tetapi sering didiskusikan sebagai entitas terpisah. Retinopati, atau penyakit vaskular retina, dapat dikategorikan secara luas menjadi tipe proliferatif dan non-proliferatif. Sering, retinopathy adalah manifestasi okular penyakit sistemik seperti yang terlihat pada diabetes atau hipertensi. Diabetes adalah penyebab retinopati paling umum di AS pada 2008. Retinopati diabetik adalah penyebab utama kebutaan pada orang yang berusia lanjut. Ini menyumbang sekitar 5% dari kebutaan di seluruh dunia dan ditetapkan sebagai penyakit mata prioritas oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Mengenal Lebih Dalam Jenis Penyakit Retinopati

Gejala Retinopati – Banyak orang sering tidak memiliki gejala sampai sangat terlambat dalam perjalanan penyakit mereka. Pasien sering menjadi simtomatik ketika ada kerusakan permanen. Gejala biasanya tidak menyakitkan dan bisa meliputi:

  • Pendarahan vitreous
  • Floaters, atau benda-benda kecil yang melayang melalui bidang penglihatan
  • Penurunan ketajaman visual
  • Tirai jatuh di atas mata

Penyebab Retinopati

Penyebab retinopati – Retinopati disebabkan oleh seorang yang menderita penyakit tertentu atau yang mengalami kondisi tertentu yang mengakibatkan kerusakan pada retina.

Penyebab Lainnya – Mutasi genetik adalah penyebab langka retinopati tertentu dan biasanya terkait-X termasuk keluarga NDP dari gen yang menyebabkan penyakit Norrie , FEVR , dan penyakit Coats . Ada bukti yang muncul bahwa mungkin ada predisposisi genetik pada pasien yang mengembangkan retinopati prematuritas dan retinopati diabetik. Trauma, terutama pada kepala, dan beberapa penyakit dapat menyebabkan retinopati Purtscher .

Berikut Ini Jenis Penyakit Retinopati

Jenis retinopati – Jenis retinopati sesuai dengan penyakit yang menjadi penyebabnya, Ada enam jenis penyakit retinpati, berikut ini diantaranya :

  1. Retinopati Anemia
    Retinopati jenis ini diakibatkan karena penderitanya mengalami anemia. Makin berat anemia, kelainan retina akan bertambah berat.
  2. Retinopati Hipertensi
    Retina hipertensi merupakan kelainan retina akibat darah tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan pendarahan, edema dan eksudat retina serta arteri menjadi tidak teratur besarnya.
  3. Retinopati Hipotensi
    Akibat hipotensi (penurunan tekanan darah) dapat berupa dilatasi arteriol dan vena retina, iskemia saraf optik, glaukoma dan retinitis.
  4. Retinopati Diabetes
    Retinopati diabetes merupakan kelainan retina yang ditemukan pada penderita diabetes melitus (kencing manis). Penimbunan glukosa dan fruktosa merusak pembuluh darah halus pada retina.
  5. Retinopati Leukemia
    Retinopati leukemia dapat terjadi akibat leukemia bentuk apapun, seperti akut-kronik dan limfoid-meiloid. Tanda-tandanya berupa vena melebar, berkelok-kelok dan memberi refleks yang mengilat sehingga sulit dibedakan antara arteri dengan vena. Selain itu, terdapat juga pendarahan dan eksudat pada subretina dan edema papil.
  6. Retinopati Purtscher
    Retinopati purtscher merupakan kerusakan retina akibat trauma berat, trauma tumpul toraks dan kepala, gagal ginjal dan akibat penyakit sistemik lainnya.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Itulah beberapa jenis penyakit retinopati, juga penyebab dan gejala nya. Untuk penanganan penyakit retinopati itu berbeda-beda tergantung jenis penyakit dan penyebabnya. Dan semua penanganan harus dalam pengawasan dokter ahli mata. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Mengenal Lebih Dalam Jenis Penyakit Retinopati

Bagikan :

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Selulitis Orbitalis

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Selulitis Orbitalis

Definisi

Selulitis orbital adalah peradangan jaringan lunak rongga mata di belakang septum orbital, jaringan tipis yang membagi kelopak mata dari rongga mata. Infeksi yang terisolasi anterior ke septum orbital dianggap sebagai selulitis preseptal. Selulitis orbital paling sering merujuk pada penyebaran infeksi akut ke dalam rongga mata baik dari sinus yang berdekatan, kulit atau dari penyebaran melalui darah.

Selulitis orbital paling sering terjadi ketika infeksi bakteri menyebar dari sinus paranasal, paling sering dari sinus ethmoid melalui lamina tipis papyracea dari dinding orbital medial. Ini juga dapat terjadi ketika infeksi kulit kelopak mata atau infeksi di daerah yang berdekatan menyebar ke orbit atau dari infeksi dalam sistem darah. Drainase kelopak mata, sinus sebagian besar di seluruh sistem vena orbital: lebih khusus, melalui vena orbital superior dan inferior yang mengalir ke sinus kavernosa. Sistem vena ini tidak memiliki katup dan karena alasan ini infeksi dapat menyebar, dalam preseptal dan selulitis orbital, ke dalam sinus kavernosus menyebabkan komplikasi penglihatan yang mengancam seperti trombosis sinus kavernosus.

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Selulitis Orbitalis

Penyebab Selulitis Orbital

Penyebab Selulitis Orbital – Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit selulitis orbital:

  1. Kuman piogenik seperti pnemococcus, stafilococcus dan streptococcus
  2. Akibat jamur
  3. Sarkoid (tumor)
  4. Pada anak biasanya disebabkan oleh haemophilus influenzae

Gejala Selulitis Orbital

Gejala Selulitis Orbital – Orang yang terkena selulitis orbital biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini :

  1. Demam
  2. Mengalami penurunan penglihatan secara tiba-tiba
  3. Nyeri di daerah yang meradang
  4. Kelopak mata bengkak serta berwarna merah dan ungu
  5. Bila bola mata digerakkan terasa sangat sakit, bahkan terkadang bola mata sama sekali tidak bisa digerakkan
  6. Penglihatan ganda
  7. Kadang-kadang terlihat pendarahan papil akibat tekanan dari belakang bola mata

Baiklah, itu merupakan beberapa diantaranya tentang penyebab dan gejala dari penyakit selulitis orbital. Selulitis Orbital termasuk penyakit mata yang dapat dikategorikan darurat, sehingga memerlukan penanganan dokter dan harus istirahat penuh (dirawat). Bila perlu mengeluarkan abses, tetapi sebaiknya hati-hati karena dapat menimbulkan penyakit baru. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Selulitis Orbitalis

Bagikan :

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Penyakit Retinoblastoma

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Penyakit Retinoblastoma

Definisi

Apa Itu Penyakit Retinoblastoma ?

Retinoblastoma adalah keganasan intraokular paling umum yang menyerang anak-anak. Perkiraan insidensi bervariasi menurut negara dari 3,4 hingga 42,6 kasus per satu juta kelahiran hidup. Di Amerika Serikat, kejadiannya adalah 11,8 kasus per juta kelahiran hidup di antara anak-anak kurang dari 5 tahun, dan retinoblastoma mewakili 6,1% dari semua kanker pada kelompok usia ini. Retinoblastoma biasanya mempengaruhi anak-anak muda dengan insiden tertinggi pada pasien kurang dari 4 tahun. Terjadi pada pria dan wanita. Pada presentasi, sekitar 60% kasus adalah unilateral, dan 40% sisanya bilateral. Pasien yang didiagnosis dengan retinoblastoma dikategorikan oleh apakah mutasi adalah germline atau somatik. Lateralitas pada umumnya, tetapi tidak sempurna, memprediksi apakah retinoblastoma merupakan akibat sekunder dari mutasi germline atau somatik.

Retinoblastoma merupakan tumor kanker yang tumbuh di retina, lapisan jaringan saraf di belakang mata yang merasakan cahaya dan mengirim gambar ke otak. Kanker pada anak usia dini, retinoblastoma dapat mempengaruhi perkembangan janin di dalam rahim, serta bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak-anak hingga usia 5 tahun. Selain dapat mengakibatkan klebutaan, retinoblastoma juga mengakibatkan kematian.

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Penyakit Retinoblastoma

(source image: angelina-retinoblastome.skyrock.com)

Baiklah, untuk itu mari kita ketahui tentang penyebab, gejala dan faktor resiko penyakit retinoblastoma.

Penyebab Penyakit Retinoblastoma

Penyebab Retinoblastoma – Seperti bentuk-bentuk kanker lainnya, ada komponen genetik untuk retinoblastoma. Anak-anak yang membawa mutasi genetik (baik dari orang tua atau kakek-nenek) biasanya mendapatkan lebih dari satu tumor dan cenderung mengembangkan penyakit di kedua mata. Ini juga biasanya terjadi pada usia yang lebih muda daripada anak-anak tanpa mutasi. Ini disebut retinoblastoma herediter .

Sisa anak-anak yang mengembangkan kondisi sekitar 60% tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga, dan biasanya akan mendapatkannya hanya dengan satu mata, dengan risiko jauh lebih sedikit mengembangkan retinoblastoma di mata yang lain. Ini disebut retinoblastoma unilateral.

Anak-anak dengan retinoblastoma herediter pada satu mata bisa mengembangkannya kemudian di mata yang lain, sehingga pemeriksaan rutin mata yang sehat harus dilakukan setiap 2-4 bulan selama setidaknya 28 bulan. Setelah perawatan selesai, ujian lanjutan harus dilanjutkan sampai seorang anak berusia 5 tahun.

Gejala Penyakit Retinoblastoma

Gejala Retinoblastoma – Berikut ini merupakan beberapa gejala dari penyakit retinoblastoma :

  • Pupil atau manik mata berwarna putih (leukokoria)
  • Mata terlihat seperti mata kucing (tampak bersinar)
  • Mata merah dan nyeri
  • Mata yang tidak selaras atau “berkeliaran”, dikenal sebagai strabismus
  • Terkadang bola mata menonjol
  • Mata juling
  • Gangguan penglihatan (pandangan kabur atau tidak dapat melihat sama sekali)

Faktor Risiko Penyakit Retinoblastoma

Faktor Risiko Retinoblastoma – Dan ini merupakan beberapa faktor risiko yang dapat terkena penyakit retinoblastoma :

  1. Bayi
  2. Anak usia dibawah 5 tahun
  3. Riwayat keluarga

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Mungkin itulah beberapa penjelasan tentang penyebab gejala dan faktor risiko dari penyakit mata retinoblastoma. Baiklah, semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat. Oh ya.. jika ingin ada yang ditanyakan silahkan berikan komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Penyakit Retinoblastoma

Bagikan :

Jenis Penyakit Mata Pterigium Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Pterigium Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Definisi

Pterigium merupakan kelainan pada mata berupa munculnya suatu timbunan atau selaput pada mata yang bentuknya seperti segitiga dengan puncak mengarah ke kornea.

PterIgium adalah pertumbuhan berbentuk baji dari jaringan konjungtiva abnormal yang terbentuk pada mata. Sementara mereka jinak (non-kanker) dan relatif tidak berbahaya, mereka meluas ke kornea (jendela depan mata yang jelas) dimana mereka dapat mempengaruhi penglihatan.

Jenis Penyakit Mata Pterigium Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Pterigium

Jenis Pterigium – Berdasarkan pertumbuhannya, pterigium dibagi menjadi 4 jenis stadium, berikut ini diantaranya :

  • Stadium 1
    Puncak pterigium berada pada limbus
  • Stadium 2
    Puncak pterigium sudah mengenai kornea, antara limbus dengan pertengahan jarak limbus ke tepi pupil
  • Stadium 3
    Puncak pterigum mengenai kornea antara pertengahan jarak limbus ke tepi pupil
  • Stadium 4
    Puncak pterigium telah melewati pupil

Penyebab Penyakit Mata Pterigium

Penyebab Pterigium belum ditentukan secara pasti, namun diduga akibat faktor rangsangan dari luar seperti angin, panas, debu dan sinar matahari.

Penyebab utamanya adalah hampir pasti paparan sinar matahari seumur hidup – sinar UV. Orang yang tinggal di daerah panas, kering, cerah dan menghabiskan banyak waktu di luar rumah memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan pterigium daripada yang lain. Risikonya juga meningkat dengan tidak memakai kacamata hitam atau topi matahari.

Orang-orang olahraga seperti pelaut, peselancar, dan pemain ski juga memiliki insiden tinggi karena tingkat cahaya UV yang tinggi yang mereka temui. Pterigium juga lebih umum di daerah-daerah di mana ada penipisan lapisan ozon, seperti Selandia Baru.

Pterigium biasanya terjadi pada orang berusia 20 hingga 50 tahun, dan lebih sering terjadi pada pria, mungkin karena kemungkinan peningkatan lingkungan kerja di luar ruangan.

Gejala Penyakit Mata Pterigium

Gejala Pterigium – Penderita pterigium mungkin tidak mengalami keluhan, tetapi apabila ada gejala pun, biasanya  gejala yang dialami seperti berikut ini :

  • Kemerahan pada daerah yang terkena
  • Gejala mata kering
  • Kadang kala mata berair
  • Iritasi mata
  • Terasa ada benda asing di dalam mata
  • Penglihatan kabur
  • Pada kasus pterigium yang sudah parah, pertumbuhan pterigium dapat menutupi kornea mata

Perlu Anda ketahui, Pterigium banyak menimpa pekerja yang mengharuskan beraktivitas di luar ruangan, sehingga lebih sering terkena sinar matahari, angin dan debu. Oleh karena itu, pencegahan dapat dilakukan dengan melindungi mata dari sinar matahari, angin dan debu, misalnya dengan menggunakan kaca mata hitam. Baiklah, semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Mata Pterigium Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Bagikan :

5 Faktor Yang Menyebabkan Penglihatan Ganda

5 Faktor Yang Menyebabkan Penglihatan Ganda

Definisi

Penglihatan ganda atau juga disebut Diplopia merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan objek terlihat dobel atau ganda. Diplopia berasal dari bahasa Yunani, diplo yang berarti dobel atau ganda, dan opia yang berarti penglihatan. Jadi, Diplopia ini artinya penglihatan ganda.

Penglihatan ganda berarti melihat dua gambar, bukan satu. Untuk melihat secara normal, mata Anda, otot-otot yang menggerakkan mereka, saraf yang mengirim gambar ke otak Anda, dan otak Anda semua harus bekerja bersama.

Berbagai kondisi dapat menyebabkan penglihatan ganda, termasuk masalah di dalam mata, seperti kornea atau lensa. Penyebab lain yang mendasari dapat melibatkan otot atau saraf yang mengontrol fungsi dan gerakan mata, atau masalah di otak. Beberapa penyebab bisa ringan, seperti astigmatisme, atau mengancam nyawa, seperti aneurisma atau stroke.

5 Faktor Yang Menyebabkan Penglihatan Ganda

Penyebab Penglihatan Ganda (Diplopia)

Penyebab Penglihatan Ganda – Dalam penglihatan normal, dua gambar terpisah dari masing-masing mata Anda digabungkan oleh otak menjadi satu gambar tunggal. Penglihatan ganda terjadi ketika otak tidak dapat menggabungkan gambar dari masing-masing mata menjadi satu gambar. Ini biasanya karena gambar tidak cukup mirip, karena masalah dengan otot atau saraf yang mengontrol secara tepat di mana setiap mata memandang.

Berikut ini ada 5 faktor yang menyebabkan penglihatan ganda :

  1. Adanya gangguan pergerakan otot bola mata, sehingga kedua mata tidak sinkron. Kondisi ini biasanya merupakan tahap awal seseorang akan mengalami mata juling / starbismus.
  2. Kerusakan saraf yang melayani otot-otot bola mata akibat stroke, trauma kepala, tumor otak, dan infeksi pada otak.
  3. Kerusakan tulang penyangga bola mata
  4. Trauma atau cedera pada otot mata
  5. Menderita penyakit-penyakit seperti berikut :
    Diabetes
    Penyakit Miastenia gravis
    Penyakit graves
    Penderita penyakit/kelainan mata seperti mata silinder/astigmatis, pterigium, katarak, dislokasi lensa mata, gangguan lengkung kornea dan gangguan pada retina.

Ada beberapa jenis diplopia yang berbeda, dan banyak penyebab yang berbeda. Terkadang, penglihatan ganda bisa menjadi gejala penyakit atau kondisi dasar yang serius. Karena itu, jika Anda mengalami penglihatan ganda kapan saja, Anda harus membuat janji dengan ahli mata langsung.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

5 Faktor Yang Menyebabkan Penglihatan Ganda

Bagikan :

Gejala Dan Penyebab Penyakit Mata Silinder Berikut Cara Penanganannya

Gejala Dan Penyebab Penyakit Mata Silinder Berikut Cara Penanganannya

 

Gejala Dan Penyebab Penyakit Mata Silinder Berikut Cara Penanganannya

(source image: www.quora.com)

Mata silinder adalah jenis kesalahan refraksi dimana mata tidak memfokuskan cahaya secara merata pada retina. Ini menghasilkan penglihatan yang terdistorsi atau kabur pada semua jarak.

Mata silinder merupakan kondisi kelainan lengkung kornea. Kelainan ini menyebabkan sinar atau cahaya yang masuk mata sedikit menyebar atau tidak fokus pada retina, sebagian cahaya jatuh di depan retina dan sebagian juga jatuh di belakang retina. Maka dari itu, penglihatan penderita mata silinder seperti halnya bila melihat benda melalui gelas yang bersisi air jernih, seperti bayangan yang terlihat akan menjadi bengkok, kabur dan terlalu lebar atau besar.

Gejala Mata Silinder

Gejala mata silinder – Pada umumnya penderita mata silinder akan mengalami keluhan seperti berikut ini :

  1. Sering pusing
  2. Mata terasa tegang dan pegal
  3. Mata mudah lelah
  4. Pandangan terlihat ganda saat melihat menggunakan satu mata maupun kedua mata
  5. Pandangan kabur saat melihat objek jarak jauh atau dekat

Itulah beberapa gejala yang secara umum di alami oleh penderita mata silinder.

Penyebab Mata Silinder

Penyebab mata silinder – Mata silinder diakibatkan karena beberapa faktor berikut ini :

  1. Keturunan (riwayata orang tua yang menderita mata silinder)
  2. Kebiasaan buruk seperti membaca atau menonton televisi dengan posisi miring
  3. Membaca atau menonton televisi sambil tiduran
  4. Penyakit (misalnya bintit datau hordeolum)
  5. Pasca oprasi bedah kornea

Penanganan Mata Silinder

Penanganan mata silinder – Mata silinder tidak bisa disembuhkan secara total. Namun gejala atau keluhan bisa diatasi dengan dua cara berikut ini :

  1. Lensa korektif seperti kacamata dan lensa kontak.
    Pada kondisi ringan tidak perlu kaca mata. Pada umumnya, sekali diberikan ukuran yang sebenarnya, maka silinder akan tetap pada ukuran tersebut. Oleh karena itu, gunakan kaca mata silinder dengan ukuran yang sebenarnya.
  2. Dengan cara bedah lasik
    Bedah refraktif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan prosedur bedah yang memperbaiki masalah penglihatan umum (rabun jauh, rabun jauh, mata silinder dan presbiopia) untuk mengurangi ketergantungan Anda pada kacamata resep atau lensa kontak.
    Saat ini, prosedur laser yang disebut LASIK (LAY-sik) adalah operasi refraksi paling populer yang dilakukan di Amerika Serikat. Tetapi ada jenis lain dari pembedahan refraktif – termasuk prosedur laser dan prosedur lensa intraokular lainnya – yang mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk Anda, tergantung pada kebutuhan Anda.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Baiklah, itu merupakan beberapa penjelasan tentang gejala dan penyebab penyakit mata silinder berikut cara penanganannya, semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat. Dan jika ingin ada yang ditanyakan silahkan berikan komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Gejala Dan Penyebab Penyakit Mata Silinder Berikut Cara Penanganannya

Bagikan :

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

 

Hypermetropia adalah gangguan penglihatan umum. Juga dikenal sebagai hyperopia atau long sightedness, hasil dari kekuatan keseluruhan mata tidak cukup kuat, atau panjang mata terlalu pendek. Ini berarti sinar cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang retina daripada jatuh pada retina dalam fokus. Hipermetropia dapat menghasilkan penglihatan kabur, terutama pada jarak dekat, tetapi tergantung pada tingkat keparahannya, ia juga dapat mempengaruhi penglihatan.

Pada mata normal, cahaya atau sinar yang masuk akan terfokus pada retina. Bila sinat masuk tidak jatuh tepat di retina, mata seseorang dapat dikategorikan menderita kelainan refraksi/pembiasan.

Mata plus (hipermetropia) merupakan kondisi seseorang tidak dapat melihat objek jarak dekat dengan baik. Ilah karena itu, hipermetropia atau mata plus dikenal juga dengan mata rabun dekat. Hipermetropia terjadi disebabkan karena cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Hipermetropia lazim atau juga dikenal dengan sebutan Mata Plus, karena refraksi jenis ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa posistif/plus (+).

Jenis Penaykit Mata Plus (Hypermetropia)

Jenis Penyakit Mata Plus – Berdasarkan ukuran dioptri lensa yang dibutuhkan untuk mengoreksi kelainan mata, Hypermetropia atau juga mata plus dibagi menjadi tiga jenis. Berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Hipermetropia Ringan
    Seseorang dikategorikan menderita hypermetropia ringan bila lensa koreksi yang dibutuhkan berukuran antara (+)0,25 s/d (+)3,00 dioptri.
  2. Hipermetropia Sedang
    Hipermetropia sedang membutuhkan lensa koreksi ukuran (+)3,25 sampai (+)6,00 dioptri.
  3. Hipermetropia Tinggi
    Penderita hipermetropia klasifikasi tinggi membutuhkan lensa koreksi ukuran >(+)6,25 dioptri.

Gejala Penyakit Mata Plus (Hypermetropia)

Gejala Penyakit Mata Plus – Penderita hipermetropia biasanya menunjukkan gejala seperti berikut :

  • Penglihatan buram bila melihat objek jarak dekat.
  • Sakit kepala bila melihat objek jarak dekat dalam waktu lama.
  • Penglihatan tidak nyaman ketika pandangan terfokus ke jarak tertentu pada waktu yang lama, misalnya nonton televisi.
  • Ketika melihat objek jarak dekat, mata cepat lelah, terasa pedas dan tertekan.

Mata plus atau juga hipermetropia pada anak atau remaja biasanya belum memerlukan kacamata karena lensa mata mereka masih memiliki daya pemfokusan cukup kuat untuk mengatasi kelainan ini. Namun, bila sudah menunjukkan gejala seperti sakit kepala atau keluhan lain, sebaiknya gunakan kacamata lensa plus (+) agar kelainan refraksinya tidak bertambah parah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Baiklah, seperti itulah 3 jenis penyakit mata plus dan gejalanya. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

Bagikan :

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

source image: www.medicalnewstoday.com

Mata Minus

Pada mata normal, cahaya atau sinar yang masuk akan terfokus pada retina. Bila sinar masuk tidak jatuh tepat di retina, mata seseorang dapat dikategorikan menderita kelainan refraksi/pembiasaan.

Miopia merupakan kondisi seseorang tidak dapat melihat objek jarak jauh dengan baik. Oleh karena itu, miopia dikenal juga dengan sebutan rabun jauh. Miopia terjadi karena cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina. Miopia lazim dikenal dengan Mata Minus karena kelainan refraksi jenis ini dapat diatasi dengan kacamata lensa minus (-).

Jenis Penyakit Mata Minus

Jenis Penyakit Mata Minus – Berdasarkan ukuran dioptri lensa yang dibutuhkan untuk mengoreksi kelainan mata, mata minus (miopia) dibagi menjadi tiga jenis, berikut ini diantaranya :

  1. Mata Minus Ringan
    Seseorang dikategorikan menderita mata minus ringan bila lensa koreksi yang dibutuhkan berukuran (-)0,25 s/d 3,00 dioptri.
  2. Mata Minus Sedang
    Mata minus sedang membutuhkan lensa koreksi ukuran (-) 3,25 s/d 6,00 dioptri.
  3. Mata Minus Tinggi atau Berat
    Penderita mata minus klasifikasi tinggi membutuhkan lensa koreksi ukuran >(-) 6,00 dioptri. Mata minus tinggi rawan terhadap bahaya ablasi retina (pelepasan retina) dan glaukoma sudut terbuka.

Bentuk Mata Minus

Menurut perjalan mata minus dikenal tiga bentuk mata minus sebagai berikut :

  1. Mata Minus Stasioner (Miopis Stasioner) , yaitu jenis mata minus yang menetap setelah dewasa.
  2. Mata Minus Progresif (Mata Minus Progresif), jenis ini bertambah terus pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata.
  3. Mata Minus Maligna (Mata Minus Maligna), yaitu jenis mata minus yang berjalan progresif dan dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan.

Gejala Penyakit Mata Minus

Gejala Mata Minus – Penderita penyakit mata minus biasanya menunjukkan gejala seperti berikut :

  • Mata terasa tegang karena mencoba fokus
  • Mata sering mengernyit
  • Sakit kepala, terutama daerah tengkuk dan dahi
  • Cepat Mengantuk
  • Penglihatan Kabur bila melihat objek jauh
  • Pegal bada bola mata

Faktor Risiko Mata Minus

Faktor Risiko Mata Minus – Tidak semua orang akan menderita mata minus. Tapi beberapa faktor dibawah ini meningkatkan risiko seseorang menderita mata minus :

  1. Keturunan
    Orang tua yang mempunyai bola mata lebih panjang dari ukuran normal akan melahirkan keturunan yang memiliki bola mata yang lebih panjang dari normal pula. Sebagian besar kasus mata minus disebabkan penurunan sifat dari orang tua.
  2. Etnis
    Orang asia berpotensi menderita mata minus lebih besar (70% – 90%) dibandingkan orang Eropa dan Amerika yang hanya sekitar (30% – 40%). Potensi paling kecil adalah orang Afrika yang hanya (10% – 20%).
  3. Kekurangan makanan bergizi saat masa pertumbuhan hingga umur 12 tahun.
  4. Perilaku Tidak Sehat/Kebiasaan Buruk
    Beberapa kebiasaan buruk yang menimbulkan potensi terkena mata minus diantaranya :
    Membaca sambil tiduran
    Membaca dengan minim penerangan
    Membaca terlalu lama (tanpa istirahat)
    Terlalu lama bekerja di depan komputer
    Menonton televisi terlalu dekat
    Main game dengan televisi ukuran besar dengan jarak yang dekat
    Kebiasaan melihat dari jarak dekat terus menerus
    Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Itulah beberapa jenis gejala dan bentuk faktor risiko penyakit mata minus. Dan perlu Anda ketahui, mata minus dapat diatasi dengan penggunaan kacamata berlensa minus atau lensa kontak agar cahaya tepat jatuh di retina. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

 

Bagikan :

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Keratitis adalah suatu kondisi di mana kornea mata, kubah yang jelas di permukaan depan mata, menjadi meradang. Kondisi ini sering ditandai dengan nyeri sedang sampai intens dan biasanya melibatkan salah satu gejala seperti nyeri, gangguan penglihatan, fotofobia (kepekaan cahaya), mata merah dan sensasi mata berpasir.

Keratitis merupakan penyakit mata berupa peradangan pada kornea (selaput bening mata) yang menyebabkan kornea menjadi keruh. Akibatnya penderita akan mengalami penurunan penglihatan. Kondisi ini sangat serius karena dapat menimbulkan kebutaan jika dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan.

Beberapa bentuk keratitis mungkin melibatkan infeksi, termasuk keratitis bakteri, keratitis virus, keratitis jamur dan keratitis parasit. Pemakai lensa kontak perlu mengingat bahwa keratitis menular dapat terjadi karena tidak merawat lensa kontak Anda dengan benar.

Suatu bentuk keratitis yang tidak menular dapat disebabkan oleh goresan kuku yang sederhana atau karena memakai lensa kontak Anda terlalu lama.

Apapun bentuk keratitis yang mungkin Anda miliki, sangat penting bagi Anda untuk segera mengunjungi dokter mata. Menunggu agar keratitis Anda didiagnosis dan diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kebutaan.

Jenis Penyakit Keratitis

Jenis Penyakit Keratitis – Berdasarkan lapisan lapisan yang terkena, keratitis ada berbagai macam jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  • Keratitis Pungtata
  • Keratitis Marginal
  • Keratitis Interstisial

Apabila berdasarkan penyebab nya, ada empat jenis keratitis. Berikut ini beberapa diantaranya :

  • Keratitis jamur
  • Keratitis virus
  • Keratitis acanthamoeba
  • Keratitis bakteri

Penyebab Keratitis

Penyebab Penyakit Keratitis – Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan keratitis :

  1. Infeksi akibat jamur, virus dan bakteri
  2. Trauma Mata
    Trauma mata yang dapat mengakibatkan keratitis diantaranya mata kemasukan benda asing atau kornea tergores akibat penggunaan lensa kontak.
  3. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu
    Obat-obatan yang dapat mengakibatkan keratitis yaitu golongan obat penekan sistem imun seperti kortikosteroid dan obat penghilang rasa nyeri.
  4. Penderita Penyakit Tertentu
    Selain defisiensi (kekurangan) vitamin A, beberapa penyakit yang berpotensi meningkatkan resiko keratitis yaitu penyakit konjungtivitis menahun, diabetes melitus, HIV/AIDS dan kanker.
  5. Musim panas dan daerah yang lembab
  6. Penurunan daya kekebalan tubuh (imunitas)
  7. Pekerjaan Tertentu
    Orang yang bekerja sebagai petani atau bekerja di lingkungan pertanian dan perkebunan memiliki resiko lebih tinggi terkena keratitis dibanding yang lain. Hal ini akibat paparan sinar matahari, polusi, serta partikel udara seperti debu dan serbuk sari.

Gejala Keratitis

Gejala Penyakit Keratitis – Penderita keratitis pada umum nya akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini :

  1. Terdapat lesi putih pada kornea
  2. Rasa nyeri
  3. Serasa ada yang mengganjal pada mata
  4. Mata merah
  5. Penglihatan menurun

Baiklah, bagi Anda yang menderita penyakit keratitis, sebaiknya segera atasi dan obati ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan pun dapat berupa pemberian antibiotik, air mata buatan, analgesik (pereda nyeri), dll. Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by : Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Bagikan :