Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Buta warna, juga dikenal sebagai defisiensi penglihatan warna, adalah menurunnya kemampuan untuk melihat warna atau perbedaan warna. Tugas sederhana seperti memilih buah matang, memilih pakaian, dan membaca lampu lalu lintas bisa lebih menantang. Buta warna juga dapat membuat beberapa kegiatan pendidikan menjadi lebih sulit. Namun, masalah umumnya kecil, dan kebanyakan orang menemukan bahwa mereka dapat beradaptasi. Orang dengan buta warna total (achromatopsia) mungkin juga mengalami penurunan ketajaman visual dan merasa tidak nyaman di lingkungan yang terang.

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Jenis Jenis Buta Warna – Berdasarkan bentuknya, buta warna ada tiga jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Trikromat
    Pada trikromat, sel kerucut mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna (melemah). Hal ini akan menimbulkan penderita buta warna jenis ini kesulitan memahami satu jenis warna dasar. Bila yang dialami adalah kelemahan mengenal warna merah disebut protanomali, kesulitan mengenal warna hijau disebut deutranomali, sedangkan kondisi kesulitan mengenali warna biru disebut tritanomali.
  2. Dikromat
    Dikromat merupakan keadaan ketika satu dari tiga jenis sel kerucut tidak ada. Ada tiga jenis dikromat, yaitu protanopia (sel kerucut warna merah tidak ada), deutranopia (sel kerucut warna hijau tidak ada), dan tritanopia (tidak ada sel kerucut warna biru). Pada protanopia, penderita yang tidak bisa melihat warna merah sebagai satu warna dan akan terlihat sebagai warna abu-abu. Penderita deutranopia akan melihat warna hijau sebagai abu-abu. Sehingga bila melihat warna merah, merah muda, kuning dan hijau pun menjadi bingung, sedangkan penderita buta warna tritanopia biru dan kuning.
  3. Monokromat
    Monokromat ditandai dengan berkurang atau hilangnya semua penglihatan warna. Penderita hanya mampu melihat warna putih dan hitam saja. Buta warna jenis ini disebut dengan buta warna total.

Nah, seperti itulah tiga jenis pada masalah buta warna. Baiklah, oleh karena itu Anda juga harus tau bagaimana cara menangani masalah buta warna. Berikut ini cara penanganan buta warna.

Penanganan Buta Warna

Meskipun pada kasus buta warna akibat dari obat-obatan tertentu, dapat diatasi dengan menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut. Pada dasarnya buta warna tidak dapat diobati, baik dengan pengobatan herbal, vitamin mata, atau terapi lainnya. Penanganan buta warna dimaksudkan agar penderita tidak menemui kesulitan saat beraktivitas sehari-hari.

Apabila tujuan utama penanganan buta warna supaya lolos dalam tes kesehatan warna sehingga dapat bekerja atau kuliah ditempat yang kita inginkan, bisa diatasi dengan mempelajari tingkat kecerahan warna atau mempelajari buku ishihara. Penggunaan kacamata buta warna atau lensa kontak khusus juga dapat menjadi solusi. Kacamata untuk penderita buta warna telah ditemukan oleh Mark Changizi, ilmuwan dari Amerika Serikat. Dengan kacamata ini, penderita buta warna dapat membedakan warna. Kacamata khusus ini harganya masih sangat mahal dan harus diimpor.

Kondisi ini memunculkan kreativitas Nurul Annisa dan Syarif Muhammad Nur Taufik, pelajar SMA Negeri 4 Pontianak. Mereka mengadakan percobaan dengan menggunakan lensa kontak (seperti yang dijual di apotik) yang direndam dalam cairan ekstrak (kayu) secang selama 24 jam. Cara ini terbukti dapat membantu penderita buta warna parsial. Sebelum digunakan, lensa kontak tadi di sterilisasi agar tidak menimbulkan iritasi. Meskipun efektivitas lensa kontak ini hanya bertahan 8 jam, namun cukup membantu penderita buta warna dalam beraktivitas.

Menderita buta warna bukan berarti tidak dapat sukses dalam kehidupan. Selain dengan solusi di atas, dapat dicoba dengan mencari pekerjaan atau program studi yang tidak mensyaratkan buta warna. Beberapa tokoh terkenal dan sukses ternyata juga menderita buta warna. Mark Twain, Paul Newman, Bill Cosby, John Dalton, dan Mark Zuckerberg adalah sebagian di antaranya. Orang-orang yang disebutkan ini menjadikan kelemahannya (buta warna) bukan sebagai penghalang, namun sebagai pelecut semangat untuk meraih kesuksesan.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan berikan komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Bagikan :

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Buta warna merupakan salah satu gangguan pada penglihatan warna. Gangguan tersebut terjadi karena sel-sel kerucut di dalam retina mengalami kelemahan atau kerusakan, sehingga kesulitan menangkap spektrum warna tertentu.

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya – Seseorang dikategorikan buta warna setelah melalui pemeriksaan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti uji anamaloskop, uji fransworth 100 hue, uji holmgren, dan uji ishihara. Uji ishihara merupakan uji penglihatan yang menjadi pilihan utama di banyak negara. Uji ini terbilang cukup sederhana karena alat bantunya hanya berupa buku.Buku ini diciptakan Dr. Shinobu Ishihara sehingga terkenal sebagai buku ishihara.

Uji ishihara memakai satu seri titik bola kecil dengan warna yang besar yang berbeda-beda (gambar pseudokromatik). Hal ini akan membuat keseluruhan warna terlihat pucat dan menyulitkan orang untuk melihatnya. Penderita buta warna hanya dapat melihat sebaian saja atau bahkan sama sekali tidak dapat melihat gambaran yang diperlihatkan.

Penyebab Buta Warna

Buta warna dapat terjadi karena berbagai sebab, berikut ini beberapa diataranya :

  • Menderita penyakit tertentu yang dapat mengakibatkan buta warna
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Mengalami kecelakaan/trauma pada mata
  • Genetik (keturunan)

Dan berikut ini ada beberapa penyakit yang diturunkan dan dapat mengakibatkan buta warna, contohnya seperti: distrofi kerucut, distrofi kerucut-batang, akromatism, ARMD (Age Related Macular Degeneration), DM (Diabetes Melitus) dan Amaurosis Leber’s Kongenital.

Pada buta warna akibat keturunan, potensi menderita buta warna lebih besar pada laki-laki (sekitar 8%) dibandingkan wanita yang hanya (1%). Gen buta warna diturunkan melalui kromososm X secara resesif (Xb). Kromosom wanita normal adalah XX, sedangkan pria normal memiliki kromosom XY. Dengan demikian, seorang laki-laki akan mengalami buta warna jika mewarisi kromosom Xb dari ibunya, sehingga kromosomnya menjadi XbY. Ada pun seorang wanita baru akan menderita buta warna bila kedua kromosomnya mengandung gen buta warna (XbXb. Bila kromosom tersebut hanya sebagai pembawa sifat (carrier).

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Bagikan :

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Penyakit Blefaritis

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Penyakit Blefaritis

Blefaritis merupakan kondisi radang/infeksi berat pada tepi kelopak dan pangkal bulu mata. Blefaritis terjadi ketika terdapat pembentukan minyak berlebihan dalam kelenjar di dekat kelopak mata. Jumlah minyak berlebih dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri/kuman. Blefaritis dapat menyebabkan rasa terbakar dan rasa tidak nyaman ada mata, lalu ada serpihan dan kerak di rambut mata.Kondisi ini umum terjadi dan sering kambuh, dan dihubungkan dengan kemunculan ketombe pada kulit atau eksem. Blefaritis yang parah dapat menyebabkan ulkus pada bagian kornea.

Blefaritis ada dua jenis: 1. Blefaritis anterior (terjadi di kelopak mata bagian luar) 2. Blefaritis posterior (terjadi di kelopak mata bagian dalam/bagian yang bersentuhan langsung dengan bola mata).

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Penyakit Blefaritis

Penyebab Blefaritis

  • Kuman staphylococcus
  • Radang pada saluran kelenjar meibom
  • Infeksi bakteri
  • Alergi terhadap obat mata, lensa kontak atau riasan wajah

Gejala Blefaritis

Penderita blefaritis biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti berikut:

  • Mata terasa perih
  • Rasa kelilipan
  • Mata merah dan berair
  • Bulu mata rontok
  • Bulu mata berkerak saat bangun tidur
  • Kelopak mata berminyak, merah, bengkak dan gatal
  • Pengelupasan kulit di sekitar mata
  • Peka terhadap cahaya

Faktor Resiko Blefaritis

Resiko seseorang yang terkena blefaritis, resikonya akan lebih tinggi apabila orang tersebut berada pada kondisi berikut:

  • Menderita diabetes
  • Kulit kering
  • Jerawatan
  • Kurang menjaga kebersihan

Baik, itulah beberapa penyebab, gejala dan faktor resiko penyakit blefaitis. Blefaritis merupakan penyakit mata yang mudah kambuh dan jarang menghilang sepenuhnya. Diperlukan kemauan untuk selalu menjaga kebersihan tangan, terutama ketika akan menyentuh muka atau mengusap mata. Bila mata gatal usahakan tidak dikucek langsung oleh tangan karena dapat mengakibatkan kondisi mata semakin parah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Penyakit Blefaritis

Bagikan :

Penyebab Gejala Dan Jenis Penyakit Mata Bintitan

Penyebab Gejala Dan Jenis Penyakit Mata Bintitan

Benjolan kelopak mata (Mata Bintit)

Kebanyakan benjolan di kelopak mata adalah gading. Sebuah tembel adalah kelenjar minyak yang meradang di tepi kelopak mata Anda, di mana bulu mata bertemu dengan penutupnya. Tampak seperti benjolan merah dan bengkak yang tampak seperti jerawat. Itu sering lembut untuk disentuh.

Jika Anda pernah mengalami benjolan misterius muncul di kelopak mata Anda, Anda tahu bahwa pada dasarnya tidak mungkin untuk fokus pada hal lain. Dan meskipun tampak seperti jerawat yang paling tidak nyaman, benjolan itu mungkin benar-benar basi.

Orang-orang biasanya menggunakan kata “Bintit / timbil” untuk merujuk pada apa yang disebut ahli mata sebagai chalazion atau hordeolum.

Sementara kedua istilah ini terdengar seperti sesuatu yang Anda tangkap selama sesi Pokémon Go, itu tidak terlalu menyenangkan. Chalazion adalah bola yang kuat di kelopak mata yang tidak terlihat meradang dan tidak cenderung menyakitkan, Lora Glass, M.D., asisten profesor oftalmologi dan direktur Pendidikan Mahasiswa Kedokteran dalam oftalmologi di Columbia University Medical Center, mengatakan kepada DIRI. Sementara hordeolum juga merupakan bola keras yang muncul di kelopak mata, biasanya meradang, iritasi, dan menyakitkan atau lunak. Kadang-kadang gejala-gejala ini dapat menandakan bahwa benjolan telah terinfeksi, terutama jika mereka tidak menjadi lebih baik atau malah menjadi lebih buruk bahkan setelah perawatan.

Penyebab Gejala Dan Jenis Penyakit Mata Bintitan

Penyebab Mata Bintit – Mata bintitan disebabkan oleh kuman staphylococcus.

Gejala Mata Bintitan

Berikut ini beberapa gejala dan keluhan yang mengindikasikan mata bintitan :

  • Bengkak kecil kemerahan pada kelopak mata bagian pinggir yang terasa gatal dan nyeri.
  • Kelopak mata terasa mengganjal dan sakit, juga mata berwarna merah.
  • Mata berair.
  • Fotofobia (sensitif terhadap cahaya).
  • Pada beberapa kasus, bintit akan bertambah besar dan menyebabkan kesulitan untuk melihat karena mata tidak dapat membuka secara optimal.

Bila kondisi tubuh sedang bagus, maka bintit akan menghilang dengan sendirinya. Hal ini dikarenakan sel-sel darah dapat bekerja dengan baik sehingga kuman akan kalah. Tetapi bila sel darah yang kalah oleh kuman, maka bintit akan melembek dan menimbulkan nanah.

Jika demikian, untuk membantu meredakan infeksi berkelanjutan, kompres bagian mata yang bengkak dengan kapas yang telah dicelupkan dalam air hangat. Lakukan empat kali sehari selama 10 – 15 menit sampai sampai nanahnya keluar.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Semoga pembahasan artikel tentang “Penyebab Gejala Dan Jenis Penyakit Mata Bintitan” dapat bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan beri komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyebab Gejala Dan Jenis Penyakit Mata Bintitan

Bagikan :

Jenis Penyakit Mata Belekan Serta Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Belekan Serta Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Belekan Serta Penyebab Dan Gejalanya

Sumber foto: www.123rf.com

Konjungtivitis merupakan istilah medis dari kondisi atau penyakit mata merah atau juga lebih dikenal masyarakat awam dengan istilah belek (mata belekan).

Mata Belek (Konjungtivitis), juga dikenal sebagai pinkeye, adalah peradangan konjungtiva. Konjungtiva adalah jaringan bening tipis yang terletak di atas bagian putih mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata.

Penyakit ini bisa sangat menular (menyebar dengan cepat di sekolah dan hari peduli), tapi itu jarang serius. Sangat tidak mungkin merusak penglihatan Anda, terutama jika Anda menemukannya dan memperlakukannya dengan cepat. Ketika Anda berhati-hati untuk mencegah penyebarannya dan melakukan semua hal yang direkomendasikan dokter Anda, pinkeye hilang tanpa masalah jangka panjang.

Jenis Penyakit Mata Belek

Penyakit Konjungtivitis ada beberapa jenis, tergantung penyebab seperti berikut :

  1. Vernalis
    Konjungtivitis vernalis disebabkan oleh sensivitas terhadap sesuatu, seperti perubahan dan suhu.
  2. Katalaris
    Konjungtivitis katalaris disebabkan oleh virus atau karena alergi
  3. Flikten
    Konjungtivitis flikten disebabkan oleh infeksi kuman atau jamur secara sistemik (dalam tubuh) atau alergi. Konjungtivitis jenis ini termasuk jenis yang parah, terutama bila sudah mengenai kornea.
  4. Genokokal
    Konjungtivitis genokokal tergolong unik karena terjadi akibat cairan dari kelamin yang mengenai mata. Tidak semua cairan dari kelamin berbahaya. Cairan yang dapat mengakibatkan gangguan pada mata, yaitu yang mengandung kuman neisseri gonorhoe.

Penyebab Penyakit Mata Belek

Mata belek (Konjungtivitis) terjadi karena konjungtiva (selaput mata) terinfeksi oleh beberapa faktor berikut :

  • Bakteri dan berkuman
  • Virus
  • Alergi terhadap sesuatu seperti angin, asap, bulu, debu dan serbuk
  • Penggunaan lensa kontak jangka panjang atau akibat kurang bersih.

Gejala Penyakit Mata Belek

Penderita mata belek pada umumnya akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini :

  • Mata memerah
  • Keluar kotoran/sekret
  • Terasa gatal, nyeri, panas dan berair
  • Perasaan berpasir pada mata
  • Kadang disertai dengan demam dan sakit kepala
  • Mudah menular mengenai kedua mata atau kepada orang lain
  • Bila penyakit ini bertambah parah, penderita akan mengalami kesulitan membuka kelopak mata ketika bangun pagi atau bila terlalu lama memejamkan mata

Pengobatan konjungtivitis berbeda-beda, tergantung jenis nya. Pada tahap ringan, mata belek (konjungtivitis) akibat virus dapat sembuh dengan sendirinya antara 2 sampai 3 minggu. Untuk mengurangi rasa tidak enak dapat dilakukan kompres dingin pada mata. Bila bertambah parah jangan ragu segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Mata Belekan Serta Penyebab Dan Gejalanya

Bagikan :

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Ablasio Retina

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Ablasio Retina

Ablasio Retina

Retina adalah jaringan tipis peka cahaya yang melapisi bagian belakang dinding mata. Jika retina robek, cairan kental yang disebut vitreous (yang mengisi kembali dua pertiga bola mata yang berongga) dapat merembes melalui lubang. Cairan terakumulasi di bawah retina, menyebabkan retina terkelupas dari bagian belakang mata. Faktor risiko untuk detasemen retina rhegmatogenous termasuk penuaan, operasi katarak, penipisan retina luar yang dikenal sebagai degenerasi kisi, tingkat rabun dekat (juga disebut miopia tinggi), dan trauma kepala.

Ablasio retina merupakan kondisi lepasnya retina (selaput jala mata). Lepasnya retina tidak dapat dilihat dari luar mata. Oleh karena itu, apabila seseorang mengalami berbagai keluhan yang mengindikasikan ablasio retina, sebaiknya segera di periksakan ke dokter ahli mata. Karena jika keterlambatan penanganan dapat mengakibatkan kebutaan.

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Ablasio Retina

Penyebab Ablasio Retina

Ada tiga penyebab utama ablasi retina , masing-masing dengan serangkaian faktor risikonya sendiri. Jenis yang paling umum disebut detasemen “rhegmatogenous”, dan disebabkan oleh air mata atau lubang di retina.

Beberapa faktor berikut ini dapat mengakibatkan ablasio retina :

  1. Adanya robekan pada retina
  2. Tarikan pada badan kaca
  3. Desakan tumor, cairan, nanah atau darah pada mata

Gejala Ablasio Retina

Gejala ablasio retina biasanya berupa beberapa kondisi berikut ini:

  1. Penglihatan mendadak kabur
  2. Mengalami floater (pada lapang pandang seperti ada kotoran atau bintik-bintik / bayang-bayang hitam pada penglihatan)
  3. Menderita fotopsia (sensasi kilatan cahaya)

Faktor Risiko Ablasio Retina

Adapun faktor yang meningkatkan resiko seseorang terkena ablasio retina dibandingkan dengan orang lain, diantaranya :

  1. Menderita miopia tinggi
  2. Pernah mengalami ablasio retina
  3. Riwayat keluarga dengan ablasio retina
  4. trauma mata (misalnya akibat terpukul atau jatuh)
  5. Kemunduran / degenerasi retina
  6. Riwayat operasi katarak, terutama bila operasinya mengalami komplikasi kehilangan vitreous (badan kaca)

Baiklah, selain tidak terlihat dari luar mata, kejadian ablasio retina juga tidak diiringi dengan rasa nyeri. Kejadian ablasio retina dapat dialami oleh semua kelompok, usia, pria dan wanita.

Hal Yang Sebaiknya Perlu Anda Ketahui

Orang yang sudah pernah operasi perbaikan, terlepasnya retina dapat kembali mengalami ablasio retina. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti: kondisi retina sudah sangat parah, timbulnya jaringan parut di retina, ada kelainan retina yang tidak terdeteksi ketika operasi, mengalami trauma pukulan setelah operasi, dan mengangkat beban berat pascaoperasi.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyebab Gejala Dan Faktor Risiko Ablasio Retina

Bagikan :

Berbagai Jenis Penyakit Dan Kelainan Pada Mata

Berbagai Jenis Penyakit Dan Kelainan Pada Mata

Mata merupakan organ vital (sangat penting) bagi manusia. Dibandingkan dengan indra lainnya, otak diberi lebih banyak masukan informasi oleh mata. Diperkirakan lebih dari setengah juta informasi pada otak masuk melalui mata.

Meskipun demikian, masih banyak orang terutama yang kondisi matanya sehat dan lalai menjaga dan melindungi indra yang sangat penting tersebut. Padahal, keacuhan pada mata dapat menimbulkan beragam gangguan penglihatan, kelainan dan penyakit pada mata bahkan sampai kebutaan.

Berbagai Jenis Penyakit Dan Kelainan Pada Mata

Baiklah, pada bagian ini akan kami beritahukan beberapa kelainan maupun penyakit yang dapat di alami mata. Berikut beberapa diantaranya :

Macam-Macam Penyakit dan Kelainan Pada Mata

  1. Ablasi Retina
  2. Belek
  3. Bintit
  4. Blefaritis
  5. Buta Warna
  6. Dakrioadenitis
  7. Dakriosistitis
  8. Defisiensi Vitamin A
  9. Degenerasi Makula
  10. Dermatochalasis
  11. Descemetokel
  12. Distikiasis
  13. Endoftalmitis
  14. Entropion
  15. Floater
  16. Glaukoma
  17. Iritis
  18. Katarak
  19. Kelopak Mata Terkulai
  20. Keratitis
  21. Kolobama
  22. Koroiditis
  23. Mata Goyang
  24. Mata Juling
  25. Mata Malas
  26. Mata Minus
  27. Mata Plus
  28. Mata Silindris
  29. Mata Tua
  30. Panoftalmitis
  31. Penglihatan Ganda
  32. Pterigium
  33. Retinoblastoma
  34. Retinopati
  35. Retinopati Prematuritas
  36. Selulitis Orbita
  37. Skleritis
  38. Strok Mata
  39. Trakom
  40. Trikiasis
  41. Trauma Fisis
  42. Trauma Kimia
  43. Trauma Mekanis
  44. Ulkus Kornea
  45. Uveitis

Nah, itulah berbagai jenis penyakit dan kelainan pada mata. Maka dari itu, semoga kita semua bisa dapat menjaga kesehatan mata dengan baik supaya mata kita tetap berfungsi dengan baik dan sehat. Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat.

Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan berikan komentar dibawah.. 🙂

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Berbagai Jenis Penyakit Dan Kelainan Pada Mata

Baca juga artikel menarik lainnya :
Mengetahui Bagian Bagian Pada Mata Dan Fungsinya

Bagikan :

Mengetahui Bagian Bagian Pada Mata Dan Fungsinya

Mengetahui Bagian Bagian Pada Mata Dan Fungsinya

Mata adalah organ terkecil di seluruh tubuh. Namun, mereka adalah dua organ yang paling penting bagi banyak orang, karena penglihatan adalah perasaan bahwa manusia cenderung mengandalkan sebagian besar. Meskipun benar bahwa tubuh manusia adalah seperti mesin besar dan tidak ada yang bertindak secara independen dari yang lain, ada sangat sedikit organ yang bertindak dalam konser langsung dengan mata. Organ utama yang berinteraksi dengan mata adalah otak, tetapi mereka juga berinteraksi dengan berbagai sistem tubuh seperti sistem saraf dan sistem otot.

Mengetahui Bagian Bagian Pada Mata Dan Fungsinya

Mata terdiri atas dua bagian, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Pengetahuan tentang bagian mata diharapkan akan mempermudah memahami penjelasan tentang letak penyakit atau kelainan yang dialami mata.

1. Bagian Luar Mata

Bagian luar mata terdiri atas alis mata, kelopak mata dan bulu mata. Bagian ini tidak terlibat langsung dalam penglihatan , tetapi membantu mata bekerja dan tetap sehat.

Berikut ini beberapa bagian luar pada mata :

  • Alis Mata
    Keberadaan rambut pada alis berfungsi untuk menahan keringat dari dahi agar tidak masuk ke dalam mata yang mana akan membuat mata terasa perih kalau terkena keringat.
  • Kelopak Mata
    Dalam keadaan menutup, kelopak mata berfungsi melindungi bola terhadap trauma dari luar, baik yang bersifat fisik maupun kimiawi. Bila kelopak mata membuka, maka fungsi kelopak mata adalah untuk jalan masuk sinar ke dalam bola mata (yang dibutuhkan untuk penglihatan). Saat berkedip, kelopak mata akan meratakan air mata ke seluruh permukaan depan bola mata. Air mata berguna untuk mencuci permukaan mata dari kotoran dan debu serta memberikan perlindungan antimikroba.
  • Bulu Mata
    Bulu mata berada di tepi kelopak mata. Bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari debu, angin dan cahaya yang menyilaukan mata.

2. Bagian Dalam Mata

Dan berikut ini beberapa bagian dalam pada mata :

  • Bola Mata
    Untuk mempermudah bagian bagian dari bola mata, berikut di sajikan struktur anatomi bola mata.
  • Otot Penggerak Bola Mata
    Mata digerakan oleh enam macam otot, yaitu empat otot lurus (rektus) dan dua otot lingkar (oblik). Otot-otot ini menggerakkan mata keatas, ke bawah, ke dalam dan keluar secara bergantian.
  • Kelenjar Air Mata
    Kelenjar air mata terletak dibawah kelopak mata bagian atas. Kelenjar ini bertugas menghasilkan air mata ke dalam kantong konjungtiva. Bila kelopak mata dikedipkan, maka air mata akan menggenangi seluruh permukaan bola mata.
    Air mata berfungsi untuk membasahi selaput bening mata, membersihkan mata dari kotoran (debu) dan membunuh kuman penyakit yang masuk ke mata.
  • Konjungtiva
    Konjungtiva adalah selaput lendir yang melapisi sisi dalam kelopak mata serta menutupi bagian depan sklera. Selaput ini bersambung dengan suatu selaput yang melapisi saluran air mata dan  kantong air mata.

Referensi
Allan, DM dan KD Lockyer. 2011. Medical Language for Modern Health Care. Ed.II. Hlm 104.
Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Baik, itulah beberapa penjelasan tentang bagian luar dan dalam pada mata berikut fungsi nya, semoga artikel ini bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ditanyakan, silahkan beri komentar dibawah. 🙂

Posted by : Solusis Tetap Sehat

Mengetahui Bagian Bagian Pada Mata Dan Fungsinya

Bagikan :

Walatra Sehat Sendi

Solusi Terbaik Pengobatan Herbal Nyeri Tulang / Sendi Paling Ampuh Dan Terbukti !

100% produk herbal alami berkualitas

Siapa sih yang nggak pengen tulang dan persendian tetap kuat dan sehat? Semua orang juga mau, termasuk saya.

Nah, buat Anda yang pengen tulang dan persendian tetap kuat dan sehat, atau masalah penyakit tulang dan sendi Anda cepat sembuh, kami punya solusinya. Direkomendasikan oleh dokter ternama lho, yang kamu semua pasti mengenalnya.

Siap Untuk Tulang dan Sendi Tetap Sehat?

AMAN & LEGAL, BPOM RI TR 173306941
Pengiriman Ke Seluruh Indonesia

GRATIS ONGKIR UNTUK PEMESANAN 2 BOTOL KEATAS !!!

Kenapa Harus Produk Kami (Walatra Sehat Sendi) ?

Walatra Sehat Sendi merupakan obat herbal inovasi terbaru yang diracik menggunakan bahan–bahan alami yang berkualitas seperti akar kuning, bratawali dan daun salam. Bahan alami tersebut mempunyai kandungan nutrisi yang sangat luar biasa untuk kesehatan sendi. Walatra Sehat Sendi di produksi dengan didukung NANOTEKNOLOGI, sehingga menjadikan produk Obat Herbal Walatra Sehat Sendi sangat efektif dan efesien dalam mengatasi berbagai macam masalah pada nyeri tulang dan persendian.

Keunggulan Obat Herbal Walatra Sehat Sendi menggunakan zat aktif kualitas terbaik dari herbal alami yang telah diakui oleh pakar kesehatan di bidang nya. Walatra Sehat Sendi lebih murni dan mudah diserap tubuh, sehingga cepat berkhasiat. Walatra Sehat Sendi cepat masuk dalam persendian memperbaiki sendi yang rusak, mengurangi radang sendi dan membentuk pelumas tulang rawan sendi yang baru sehingga sendi kembali normal mudah digerakan tanpa rasa sakit.

Testimonial REAL Pengguna Produk Kami

Slider 1 Caption
Slider 2 Caption
Slider 3 Caption
Slider Caption
Slider Caption

Manfaat Produk Kami

  • Mencegah Nyeri Sendi
  • Mengatasi Gangguan Osteoarthritis
  • Sebagai Suplemen Kesehatan Tulang
  • Mengurangi Peradangan Sendi
  • Membantu Pembentukan Tulang Rawan
  • Membentuk Kolagen
  • Menyembuhkan Penyakit Asam Urat
  • Mengobati Sakit Pinggang
  • Mencegah dan Mengatasi Pengapuran Tulang
  • Mengatasi Nyeri Lutut
  • Dan Berbagai Macam Masalah Tulang & Sendi Lainnya

*) hasil bisa berbeda-beda untuk setiap orang karena kondisi tubuh yang berbeda-beda.

Informasi Produk Obat Herbal Walatra Sehat Sendi | 100% Herbal Alami

Nama Produk Walatra Sehat Sendi
Isi 100 kapsul
Harga Rp. 200.000,-
Komposisi 60% akar kuning, 20% bratawali, 20% daun salam
Cara Pemakaian 2 kali sehari, 1 kapsul setiap kalinya.
POM RI TR 173306941
Kode Produk SND (adalah kode produk yang WAJIB dicantumkan dalam setiap pemesanan)

Hanya Rp. 200.000,- /botol

DAFTAR HARGA LENGKAP WALATRA SEHAT SENDI

Pembelian Harga Asli Diskon
1 botol Rp 200.000 ___
2 botol Rp 400.000 Gratis Ongkir
3 botol Rp 600.000 Gratis Ongkir
4 botol Rp 800.000 Gratis Ongkir
5 botol Rp 1.000.000 Gratis Ongkir
6 botol Rp 1.200.000 Gratis Ongkir
7 botol Rp 1.400.000 Gratis Ongkir
8 botol Rp 1.600.000 Gratis Ongkir
9 botol Rp 1.800.000 Gratis Ongkir
10 botol Rp 2.000.000 Gratis Ongkir
20 botol Rp 4.000.000 Gratis Ongkir

Catatan Penting : Harga Walatra Sehat Sendi di Agen Resmi adalah Rp. 200.000.- Jika Anda membeli dengan harga yang lebih murah, bisa dipastikan produk yang dijual itu Tidak Asli (Palsu) atau Kadaluwarsa, karena pihak perusahaan sendiri tidak memperbolehkan menjual produknya di bawah harga yang sudah ditentukan !

Perlu Anda Ingat Kode Produk : SND

Cara Order Cepat Lewat SMS / WhatsApp / BBM

1. Sebutkan Nama Lengkap Anda
2. Cantumkan Kode Produk (SND)
3. Sebutkan Jumlah Pesanan
4. Sebutkan Alamat Lengkap Pengiriman

(ini nomor resmi kami, tidak ada nomor lain)

Setelah itu kami akan membalas pesan anda untuk proses selanjutnya dan paket akan segera kami kirimkan dengan rapi dan polos untuk menjaga privasi anda.

Melayani Pengiriman Ke Seluruh Indonesia

Berikut Ini Testimoni / Bukti Transaksi Konsumen Kami

Slider 1 Caption
Slider 2 Caption
Slider 3 Caption
Slider 4 Caption
Slider 5 Caption

Alamat Kami

Jln. Sindanghurip, Perum Nyantong Permai Blok C No. 3 Kec, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia.

Bagikan :

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Bagikan :