Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

 

Hypermetropia adalah gangguan penglihatan umum. Juga dikenal sebagai hyperopia atau long sightedness, hasil dari kekuatan keseluruhan mata tidak cukup kuat, atau panjang mata terlalu pendek. Ini berarti sinar cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang retina daripada jatuh pada retina dalam fokus. Hipermetropia dapat menghasilkan penglihatan kabur, terutama pada jarak dekat, tetapi tergantung pada tingkat keparahannya, ia juga dapat mempengaruhi penglihatan.

Pada mata normal, cahaya atau sinar yang masuk akan terfokus pada retina. Bila sinat masuk tidak jatuh tepat di retina, mata seseorang dapat dikategorikan menderita kelainan refraksi/pembiasan.

Mata plus (hipermetropia) merupakan kondisi seseorang tidak dapat melihat objek jarak dekat dengan baik. Ilah karena itu, hipermetropia atau mata plus dikenal juga dengan mata rabun dekat. Hipermetropia terjadi disebabkan karena cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Hipermetropia lazim atau juga dikenal dengan sebutan Mata Plus, karena refraksi jenis ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa posistif/plus (+).

Jenis Penaykit Mata Plus (Hypermetropia)

Jenis Penyakit Mata Plus – Berdasarkan ukuran dioptri lensa yang dibutuhkan untuk mengoreksi kelainan mata, Hypermetropia atau juga mata plus dibagi menjadi tiga jenis. Berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Hipermetropia Ringan
    Seseorang dikategorikan menderita hypermetropia ringan bila lensa koreksi yang dibutuhkan berukuran antara (+)0,25 s/d (+)3,00 dioptri.
  2. Hipermetropia Sedang
    Hipermetropia sedang membutuhkan lensa koreksi ukuran (+)3,25 sampai (+)6,00 dioptri.
  3. Hipermetropia Tinggi
    Penderita hipermetropia klasifikasi tinggi membutuhkan lensa koreksi ukuran >(+)6,25 dioptri.

Gejala Penyakit Mata Plus (Hypermetropia)

Gejala Penyakit Mata Plus – Penderita hipermetropia biasanya menunjukkan gejala seperti berikut :

  • Penglihatan buram bila melihat objek jarak dekat.
  • Sakit kepala bila melihat objek jarak dekat dalam waktu lama.
  • Penglihatan tidak nyaman ketika pandangan terfokus ke jarak tertentu pada waktu yang lama, misalnya nonton televisi.
  • Ketika melihat objek jarak dekat, mata cepat lelah, terasa pedas dan tertekan.

Mata plus atau juga hipermetropia pada anak atau remaja biasanya belum memerlukan kacamata karena lensa mata mereka masih memiliki daya pemfokusan cukup kuat untuk mengatasi kelainan ini. Namun, bila sudah menunjukkan gejala seperti sakit kepala atau keluhan lain, sebaiknya gunakan kacamata lensa plus (+) agar kelainan refraksinya tidak bertambah parah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Baiklah, seperti itulah 3 jenis penyakit mata plus dan gejalanya. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Perlu Anda Ketahui 3 Jenis Penyakit Mata Plus Dan Gejalanya

Bagikan :

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

source image: www.medicalnewstoday.com

Mata Minus

Pada mata normal, cahaya atau sinar yang masuk akan terfokus pada retina. Bila sinar masuk tidak jatuh tepat di retina, mata seseorang dapat dikategorikan menderita kelainan refraksi/pembiasaan.

Miopia merupakan kondisi seseorang tidak dapat melihat objek jarak jauh dengan baik. Oleh karena itu, miopia dikenal juga dengan sebutan rabun jauh. Miopia terjadi karena cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina. Miopia lazim dikenal dengan Mata Minus karena kelainan refraksi jenis ini dapat diatasi dengan kacamata lensa minus (-).

Jenis Penyakit Mata Minus

Jenis Penyakit Mata Minus – Berdasarkan ukuran dioptri lensa yang dibutuhkan untuk mengoreksi kelainan mata, mata minus (miopia) dibagi menjadi tiga jenis, berikut ini diantaranya :

  1. Mata Minus Ringan
    Seseorang dikategorikan menderita mata minus ringan bila lensa koreksi yang dibutuhkan berukuran (-)0,25 s/d 3,00 dioptri.
  2. Mata Minus Sedang
    Mata minus sedang membutuhkan lensa koreksi ukuran (-) 3,25 s/d 6,00 dioptri.
  3. Mata Minus Tinggi atau Berat
    Penderita mata minus klasifikasi tinggi membutuhkan lensa koreksi ukuran >(-) 6,00 dioptri. Mata minus tinggi rawan terhadap bahaya ablasi retina (pelepasan retina) dan glaukoma sudut terbuka.

Bentuk Mata Minus

Menurut perjalan mata minus dikenal tiga bentuk mata minus sebagai berikut :

  1. Mata Minus Stasioner (Miopis Stasioner) , yaitu jenis mata minus yang menetap setelah dewasa.
  2. Mata Minus Progresif (Mata Minus Progresif), jenis ini bertambah terus pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata.
  3. Mata Minus Maligna (Mata Minus Maligna), yaitu jenis mata minus yang berjalan progresif dan dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan.

Gejala Penyakit Mata Minus

Gejala Mata Minus – Penderita penyakit mata minus biasanya menunjukkan gejala seperti berikut :

  • Mata terasa tegang karena mencoba fokus
  • Mata sering mengernyit
  • Sakit kepala, terutama daerah tengkuk dan dahi
  • Cepat Mengantuk
  • Penglihatan Kabur bila melihat objek jauh
  • Pegal bada bola mata

Faktor Risiko Mata Minus

Faktor Risiko Mata Minus – Tidak semua orang akan menderita mata minus. Tapi beberapa faktor dibawah ini meningkatkan risiko seseorang menderita mata minus :

  1. Keturunan
    Orang tua yang mempunyai bola mata lebih panjang dari ukuran normal akan melahirkan keturunan yang memiliki bola mata yang lebih panjang dari normal pula. Sebagian besar kasus mata minus disebabkan penurunan sifat dari orang tua.
  2. Etnis
    Orang asia berpotensi menderita mata minus lebih besar (70% – 90%) dibandingkan orang Eropa dan Amerika yang hanya sekitar (30% – 40%). Potensi paling kecil adalah orang Afrika yang hanya (10% – 20%).
  3. Kekurangan makanan bergizi saat masa pertumbuhan hingga umur 12 tahun.
  4. Perilaku Tidak Sehat/Kebiasaan Buruk
    Beberapa kebiasaan buruk yang menimbulkan potensi terkena mata minus diantaranya :
    Membaca sambil tiduran
    Membaca dengan minim penerangan
    Membaca terlalu lama (tanpa istirahat)
    Terlalu lama bekerja di depan komputer
    Menonton televisi terlalu dekat
    Main game dengan televisi ukuran besar dengan jarak yang dekat
    Kebiasaan melihat dari jarak dekat terus menerus
    Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Itulah beberapa jenis gejala dan bentuk faktor risiko penyakit mata minus. Dan perlu Anda ketahui, mata minus dapat diatasi dengan penggunaan kacamata berlensa minus atau lensa kontak agar cahaya tepat jatuh di retina. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

 

Bagikan :

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Keratitis adalah suatu kondisi di mana kornea mata, kubah yang jelas di permukaan depan mata, menjadi meradang. Kondisi ini sering ditandai dengan nyeri sedang sampai intens dan biasanya melibatkan salah satu gejala seperti nyeri, gangguan penglihatan, fotofobia (kepekaan cahaya), mata merah dan sensasi mata berpasir.

Keratitis merupakan penyakit mata berupa peradangan pada kornea (selaput bening mata) yang menyebabkan kornea menjadi keruh. Akibatnya penderita akan mengalami penurunan penglihatan. Kondisi ini sangat serius karena dapat menimbulkan kebutaan jika dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan.

Beberapa bentuk keratitis mungkin melibatkan infeksi, termasuk keratitis bakteri, keratitis virus, keratitis jamur dan keratitis parasit. Pemakai lensa kontak perlu mengingat bahwa keratitis menular dapat terjadi karena tidak merawat lensa kontak Anda dengan benar.

Suatu bentuk keratitis yang tidak menular dapat disebabkan oleh goresan kuku yang sederhana atau karena memakai lensa kontak Anda terlalu lama.

Apapun bentuk keratitis yang mungkin Anda miliki, sangat penting bagi Anda untuk segera mengunjungi dokter mata. Menunggu agar keratitis Anda didiagnosis dan diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kebutaan.

Jenis Penyakit Keratitis

Jenis Penyakit Keratitis – Berdasarkan lapisan lapisan yang terkena, keratitis ada berbagai macam jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  • Keratitis Pungtata
  • Keratitis Marginal
  • Keratitis Interstisial

Apabila berdasarkan penyebab nya, ada empat jenis keratitis. Berikut ini beberapa diantaranya :

  • Keratitis jamur
  • Keratitis virus
  • Keratitis acanthamoeba
  • Keratitis bakteri

Penyebab Keratitis

Penyebab Penyakit Keratitis – Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan keratitis :

  1. Infeksi akibat jamur, virus dan bakteri
  2. Trauma Mata
    Trauma mata yang dapat mengakibatkan keratitis diantaranya mata kemasukan benda asing atau kornea tergores akibat penggunaan lensa kontak.
  3. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu
    Obat-obatan yang dapat mengakibatkan keratitis yaitu golongan obat penekan sistem imun seperti kortikosteroid dan obat penghilang rasa nyeri.
  4. Penderita Penyakit Tertentu
    Selain defisiensi (kekurangan) vitamin A, beberapa penyakit yang berpotensi meningkatkan resiko keratitis yaitu penyakit konjungtivitis menahun, diabetes melitus, HIV/AIDS dan kanker.
  5. Musim panas dan daerah yang lembab
  6. Penurunan daya kekebalan tubuh (imunitas)
  7. Pekerjaan Tertentu
    Orang yang bekerja sebagai petani atau bekerja di lingkungan pertanian dan perkebunan memiliki resiko lebih tinggi terkena keratitis dibanding yang lain. Hal ini akibat paparan sinar matahari, polusi, serta partikel udara seperti debu dan serbuk sari.

Gejala Keratitis

Gejala Penyakit Keratitis – Penderita keratitis pada umum nya akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini :

  1. Terdapat lesi putih pada kornea
  2. Rasa nyeri
  3. Serasa ada yang mengganjal pada mata
  4. Mata merah
  5. Penglihatan menurun

Baiklah, bagi Anda yang menderita penyakit keratitis, sebaiknya segera atasi dan obati ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan pun dapat berupa pemberian antibiotik, air mata buatan, analgesik (pereda nyeri), dll. Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by : Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Bagikan :

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

(source image: www.exetereye.co.uk)

Definisi Ptosis

Ptosis (kelopak mata terkulai) merupakan istilah medis kelopak mata atas tidak dapat diangkat atau dibuka. Ptosis adalah drooping atau penurunan kelopak mata bagian atas. Kemuraman mungkin lebih buruk setelah bangun lebih lama ketika otot-otot individu lelah. Kondisi ini kadang-kadang disebut “mata malas”, tetapi istilah itu biasanya mengacu pada kondisi amblyopia. Jika cukup parah dan tidak ditangani, kelopak mata yang terkulai dapat menyebabkan kondisi lain, seperti amblyopia atau astigmatisme. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bahwa gangguan ini untuk dirawat pada anak-anak di usia muda, sebelum dapat mengganggu perkembangan penglihatan.

Ptosis terjadi karena disfungsi otot-otot yang meningkatkan kelopak mata atau suplai saraf mereka (saraf okulomotor untuk levator palpebrae superioris dan syaraf simpatis untuk otot tarsal superior). Hal ini dapat mempengaruhi satu mata atau kedua mata dan lebih sering terjadi pada orang tua, karena otot di kelopak mata bisa mulai memburuk. Namun, seseorang juga dapat dilahirkan dengan ptosis. (en.wikipedia.org)

Penyebab Ptosis

Penyebab ptosis (kelopak mata terkulai) dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  1. Kelainan kongenital. Kelainan ini terjadi akibat kelemahan otot levator (otot levator berperan dalam membuka kelopak mata) dan tidak berfungsinya saraf okulomotor di daerah nukles saraf ketiga diotak.
  2. Trauma langsung pada kelopak mata.
  3. Jaringan penyokong bola mata tidak sempurna.
  4. Penyakit miastenia gravis (kelemahan pada otot)

Gejala Ptosis

Gejala Ptosis – Berikut ini beberapa gejala yang dapat diamati pada penderita ptosis :

  • Kesulitan membuka mata secara normal
  • Kelopak mata atas menutup secara tidak normal
  • Peningkatan produksi air mata
  • Gangguan penglihatan
  • Muncul ambliopia akibat kelopak mata menutupi visual axis
  • Iritasi pada kornea karena tertekan terus oleh kelopak mata
  • Pada anak biasanya akan terlihat guliran kepala ke arah belakang untuk mengangkat kelopak mata agar dapat melihat dengan jelas

Itulah beberapa penyebab dan gejala ptosis (kelopak mata terkulai). Dan Anda juga jangan khawatir, ptosis dapat diperbaiki dengan melatih otot mata yang terkena. Cara melatihnya yaitu dengan memaksa melihat dengan menggunakan mata tersebut selama beberapa menit tiap jam nya. Hal ini bertujuan untuk membangun toleransi otot.

Ada juga dengan cara operasi, yaitu operasi blepharoplasty. Operasi ini dilakukan bila latihan otot tidak berhasil. Operasi bertujuan mengencangkan otot levator mata sehingga dapat mengembalikan kelopak mata ke posisi semula. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

Bagikan :

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Katarak mengaburkan lensa mata yang mencegah penglihatan yang jernih. Meskipun sebagian besar kasus katarak terkait dengan proses penuaan, kadang-kadang anak-anak dapat lahir dengan kondisi tersebut, atau katarak dapat berkembang setelah cedera mata, peradangan, dan beberapa penyakit mata lainnya.

Pencegahan Penyakit Mata Katarak

Pencegahan Penyakit Mata Katarak – Mencegah lebih baik daripada mengobati dan tentu saja lebih murah. Beberapa kebiasaan berikut ini dapat dilakukan agar tidak terkena penyakit katarak :

  1. Rutin melakukan pemeriksaan mata, agar bila terjadi kelainan pada mata dapat segera ditangani.
  2. Menggunakan kacamata hitam bila di luar ruangan untuk melindungi mata dari paparan langsung sinar matahari.
  3. Tidak merokok.
  4. Tidak minum minuman beralkohol.
  5. Hindari makanan cepat saji atau makanan yang mengandung lemak jenuh, gula, dan sodium dalam jumlah tinggi.

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah yang kaya magnesium seperti kacang, biji-bijian, telur dan sayuran hijau. Magnesium berfungsi untuk meningkatkan kesehatan darah dan fungsi otot. Perbanyak pula konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin A, C dan E.

source image: hiayurveda.com

Makanan yang banyak mengandung vitamin A misalnya buah naga, mangga, apel, wortel, bayam, paprika dan kemangi.Vitamin E terdapat pada biji-bijian , kacang-kacangan dan minyak sayur. Sedangkan sumber makanan yang banyak mengandung vitamin C diantaranya adalah jeruk, melon dan brokoli.

Dan perlu Anda ketahui juga, mengkonsumsi satu cangkir teh hijau setiap hari dipercaya dapat mencegah katarak. Hal ini karena adanya kandungan antioksidan pada teh hijau. Selain itu, teh hijau berkhasiat meningkatkan fungsi otot. Dianjurkan juga untuk mengonsumsi jus wortel setelah makan siang. Jus wortel mengandungbeta karoten yang membantu tubuh memproduksi vitamin A. Konsumsi kunyit dan jahe juga dianjurkan karena kandungan antioksidan nyabersifat antiperadangan serta mampu menekan perkembangan lebih lanjut pada mata katarak.

Pengobatan Penyakit Mata Katarak

Pengobatan Penyakit Mata Katarak – Penyakit mata katarak dapat diatasi dengan operasi. Sudah banyak penderita yang sembuh dengan cara ini. Ada beberapa macam teknik operasi katarak, yaitu fakoemulsifikasi, pembedahan ekstrakapsuler, pembedahan intrakapsuler dan pembedahan menggunakan laser (femtosecond).

  • Fakoemulsifikasi
    Sebuah lensa buatan akan dipasang pada posisi sama dengan posisi lensa mata sebelumnya. Teknik ini hanya membutuhkan sedikit obat pemati rasa dan tidak perlu penjahitan.
  • Ekstrakapsuler
    Teknik ini dilakukan pada kondisi lensa mata sangat keruh sehingga sulit dihancurkan dengan  fakoemulsifikasi. Lensa buatan akan dipasang menggantikan lensa asli, tepat diposisi semula. Cara ini memerlukan penjahitan untuk menutup luka dan obat pemati rasa lebih banyak.
  • Intrakapsuler
    Teknik  intrakapsuler dilakukan untuk mengatasi trauma mata yang berat. Lensa harus dikeluarkan beserta selubungnya kemudian lensa buatan akan dipasang di depan iris.
  • Femtosecond
    Femtosecond merupakan teknologi pembedahan katarak menggunakan laser. Penggunaan lsaer mencegah trauma pada endotel dan dapat menurunkan risiko terjadinya kerusakan kapsul posterior sehingga lebih aman. Kemampuan laser dalam mengeluarkan jaringan derajat presisi yang tinggi dan ketersediaan laser dengan berbagai panjang gelombang dan merupakan keunggulan lain dari teknik ini.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Bagikan :

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

Katarak berasaldari bahasa Latin yaitu Cataracta yang berarti air terjun. Karena penderita katarak bila akan melihat sesuatu seakan ada air terjun di depan matanya sehingga pandangan tertutup (tidak kelihatan). Dalam bahasa inggris katarak disebut dengan Pearleye yang artinya mata mutiara, sedangkan di Indonesia kelainan ini dinamakan mata ikan.

Katarak merupakan gangguan penglihatan karena lensa mata keruh sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak bisa diterima oleh retina dengan sempurna. Hal ini menyebabkan penglihatan seseorang menjadi buram. Katarak juga dapat mengakibatkan kebutaan. Katarak merupakan penyebab kebutaan terbesar setelah akibat glaukoma.

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

source image: www.ranelle.com

Jenis Katarak

Berdasarkan penyebab dan waktu terjangkitnya, katarak terbagi dalam lima jenis, berikut ini diantaranya:

  1. Katarak Kongenital
    Katarak kongenital merupakan katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan. Pada umumnya disebabkan oleh infeksi dan kelainan metabolisme yang terjadi saat pembentukan janin. Katarak jenis kongenital ini jarang terjadi.
  2. Katarak Traumatik
    Katarak Traumatik merupakan yang terjadi karena kecelakaan pada mata, misalnya tertusuk hingga menembus lensa, atau mata terbentur sesuatu sampai robek. Katarak juga dapat terjadi akibat paparan sinar matahari ultraviolet dan radiasi dalam jangka lama seperti pada pekerja las dan lainnya.
  3. Katarak Sekunder
    Katarak sekunder merupakan jenis katarak yang dialami oleh penderita diabetes. Potensi penderita diabetes mengalami katarak meningkat 10 kali lipat dibanding dengan orang tanpa diabetes. Katarak sekunder juga dapat dialami oleh orang tanpa diabetes, karena katarak jenis ini dapat timbul akibat pengaruh jenis obat-obatan tertentu yang dikonsumsi orang tersebut.
  4. Katarak Senilis
    Katarak Senilis adalah jenis katarak yang sering terjadi dan timbul setelah seseorang berusia 40 tahun. Katarak ini disebut juga katarak ketuaan. Katarak senilis disebabkan oleh penurunan kualitas kesehatan akibat bertambahnya usia dan berpengaruh juga pada kesehatan mata.
  5. Katarak Komplikasi
    Katarak komplikasi merupakan katarak yang disebabkan oleh infeksi mata atau sebagai akibat penyakit mata lainnya.

Gejala Mata Katarak

Seseorang akan dikategorikan menderita katarak bila mengalami gangguan seperti berikut:

  • Penglihatan buram seperti melihat dari balik kacamata hitam.
  • Penglihatan semakin kabur menjelang sore, terutama pada malam hari.
  • Penglihatan ganda pada suatu mata (bila mata yang satunya di tutup).
  • Silau melihat cahaya terang.
  • Mata terasa gatal.
  • Sering mengeluarkan air mata.
  • Kadang merasa nyeri pada mata.
  • Adanya pembengkakan pada lensa mata.
  • Mengalami perubahan warna menjadi lebih putih pada bagian mata yang hitam.

Kepastian seseorang menderita katarak tentu lebih terpercaya bila telah melalui pemeriksaan dokter.

Perlu Anda ketahui, mencegah lebih baik daripada mengobati dan tentu saja lebih murah. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

Bagikan :

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Glaukoma adalah nama yang diberikan kepada sekelompok penyakit mata di mana penglihatan hilang karena kerusakan pada saraf optik. Umumnya tidak ada gejala atau tanda peringatan pada tahap awal kondisi mata ini. Hilangnya penglihatan biasanya berangsur-angsur dan sejumlah besar penglihatan tepi (sisi) mungkin hilang sebelum ada kesadaran akan masalah apapun.

Masalah utama pada glaucoma adalah kerusakan pada saraf optik. Tekanan intraokular (IOP) adalah tekanan cairan di dalam mata. Tingkat tekanan mata di mana ada kerusakan progresif pada saraf optik bervariasi antara orang-orang: beberapa individu dengan tekanan mata tinggi tidak mengembangkan kerusakan saraf, sementara yang lain dengan tekanan mata normal mengalami kerusakan saraf progresif.

Tekanan cairan bola mata berperan dalam pembentukan bola mata. Bila tekanan normal, bola mata akan terbentuk dengan baik. Jika terlalu rendah, bola mata akan menjadi kempis. Dan bila terlalu tinggi, bola mata akan menjadi keras. Hal ini akan mengakibatkan sel retina dan serabut saraf tertekan dan rusak sehingga penglihatan pada mata menjadi sempit. Bila seseorang mengalami kondisi seperti ini, orang tersebut dapat dikategorikan menderita Glaukoma.

Jenis Jenis Glaukoma

Di Indonesia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berita buruk lainnya, kebutaan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan sebagaimana akibat katarak. Ada empat jenis glaukoma, berikut ini diantaranya:

  1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka
    Glaukoma jenis ini biasanya dialami oleh orang usia lanjut dan merusak ketajaman penglihatan seseorang secara perlahan-lahan. Kondisi ini menyebabkan penderita tidak menyadari keadaan matanya, dan akhirnya mengalami kebutaan yang tidak dapat ditolong lagi. Gejala awal yang dirasakan bila berjalan sering menabrak sesuatu karena mata mereka telah kehilangan lapangan pandang untuk melihat bagian tepi.
  2. Glaukoma Primer Sudut Tertutup
    Glaukoma jenis ini terjadi tiba-tiba akibat menutupnya sudut bilik mata depan secara mendadak. Akibatnya, tekanan bola mata mendadak tinggi. Gejala yang dialami biasanya pandangan mata mendadak kabur, bila melihat lampu seperti ada pelangi, mata merah di sekitar mata terasa sangat sakit, sakit kepala, rasa mual dan dapat disertai muntah. Glaukoma jenis ini termasuk kasus gawat darurat mata yang bila tidak ditangani secepatnya (dalam waktu 2 x 24 jam) dapat menimbulkan kebutaan.
  3. Glaukoma Sekunder
    Glaukoma sekunder timbul sebagai akibat adanya penyakit lainnya, seperti peradangan pada jaringan mata, pembuluh darah pada mata tidak normal dan tumor. Glaukoma jenis ini juga dapat terjadi akibat kecelakaan atau trauma pada bola mata dan akibat konsumsi obat-obatan yang mengandung steroid.
  4. Glaukoma Kongenital
    Glaukoma kongenital terjadi karena sudut bilik mata depan terbentuk secara tidak normal sejak lahir. Meskipun glaukoma jenis ini jarang terjadi, namun orang tua sebaiknya waspada bila melihat tanda-tanda seperti berikut: bayi takut dan keluar air mata bila melihat cahaya, bola mata dan kornea lebih besar dari ukuran normal dan kornea terlihat tidak jernih.

Faktor Risiko Glaukoma

Pada kondisi tertentu, seseorang akan memiliki risiko mengalami glaukoma lebih tinggi dibanding yang lain. Kondisi tersebut diantaranya :

  1. Usia lebih dari 45 tahun
  2. Penderita diabetes
  3. Penderita miopa (mata minus) yang parah
  4. Penderita hipertensi
  5. Pekerja las
  6. Riwayat keluarga glaukoma

Kepastian seseorang menderita glaukoma dapat diketahui melalui pemeriksaan dengan menggunakan alat yang disebut tonometer.

Gejala Glaukoma

Seseorang akan dikategorikan menderita glaukoma  bila menderita hal-hal seperti berikut ini :

  • Sakit kepala terus menerus
  • Penglihatan semakin kabur
  • Gangguan saraf mata
  • Mengalami titik atau bintik buta

Penyebab Glaukoma

Tekanan cairan bola mata yang terlalu tinggi bisa disebabkan karena dua kondisi seperti :

  1. Meningkatnya produksi cairan bola mata
  2. Tersumbat nya cairan bola mata

Pengobatan glaukoma dimaksudkan untuk mempertahankan tajamnya penglihatan yang ada agar jangan sampai memburuk. Baiklah, semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berikan komentar dibawah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Bagikan :

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Floater merupakan kelainan mata yang terjadi pada vitreous (badan kaca) dan retina (saraf mata). Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit , floater dapat dirasakan selama beberapa hari sampai berbulan-bulan.

source image: www.allaboutvision.com

Floaters adalah endapan berbagai ukuran, bentuk, konsistensi, indeks bias, dan motilitas dalam humor vitreous mata, yang biasanya transparan. Pada usia muda, vitreous transparan, tetapi seiring bertambahnya usia, ketidaksempurnaan berangsur-angsur berkembang. Jenis umum floater yang hadir di mata kebanyakan orang adalah karena perubahan degeneratif dari humor vitreous. Persepsi floaters dikenal sebagai myodesopsia atau kurang umum seperti myodaeopsia, myiodeopsia, atau myiodesopsia. Mereka juga disebut Muscae volitantes (bahasa Latin: “terbang terbang”), atau mouches volantes (dari Perancis). Floaters terlihat karena bayangan yang dilemparkan pada retina atau pembiasan cahaya yang melewati mereka, dan dapat muncul sendiri atau bersama dengan beberapa orang lain di bidang visual seseorang. Mereka mungkin muncul sebagai bintik-bintik, benang, atau pecahan jaring laba-laba, yang mengambang perlahan di depan mata pengamat, dan bergerak terutama ke arah di mana mata bergerak. Karena benda-benda ini ada di dalam mata itu sendiri, mereka bukanlah ilusi optik tetapi merupakan fenomena entoptic. Mereka tidak harus bingung dengan salju visual, meskipun kedua kondisi ini dapat hidup berdampingan. (source: en.wikipedia.org)

Penyebab Floater Mata

Seiring dengan bertambahnya usia, cairan di dalam badan kaca yang struktur nya seperti gel akan berkurang kekentalannya, sehingga ada celah antara dinding retina dengan badan kaca. Pengurangan ini dapat terjadi karena beberapa hal seperti berikut:

  1. Usia lebih adri 55 tahun
  2. Menderita miopia
  3. Riwayat operasi mata
  4. Pernah dilakukan laser retina atau kasus retina lainnya

Gejala Floater Mata

  • Penderita floater akan merasakan gejala seperti ada kilatan cahaya di dalam mata (fotopsia). Gejala ini akan lebih sering terlihat di malam hari atau di ruangan gelap.
  • Penderita lain mungkin akan mengalami seperti melihat benang atau cacing kecil yang melayang pada penglihatan. Gejala ini akan jelas terlihat saat melihat langit cerah atau objek berwarna putih polos.

Floater tidak kelihatan dari luar mata, akan tetapi untuk meminimalisasi akibat yang tidak diinginkan seperti ablasi retina, maka bila mengalami gejala-gejala seperti diatas, segera periksa ke dokter untuk dapat memastikan kondisinya berbahaya atau tidak. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat. Bila ada yang ingin ditanyakan silahkan beri komentar dibawah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Bagikan :

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Degenerasi Makula

Makula merupakan pusat retina dan bagian paling vital dari retina. Makula terletak di belakang mata dan berfungsi membantu melihat detail halus sebuah benda. Penderita degenerasi makaula akan mengalami kesulitan melakukan kegiatan yang membutuhkan penglihatan tajam seperti membaca, mengemudi, menonton televisi dan mengenali wajah seseorang.

Penyebab Degenerasi Makula

Degenerasi Makula terjadi akibat kerusakan pada epitel pigmen retina. Epitel pigmen retina adalah lapisan pemisah antara retina dan koroid (lapisan pembuluh darah di belakang retina). Fungsi epitel pigmen retina sebagai penyaring zat gizi dari koroid ke retina. Kerusakan epitel pigmen retina berakibat adanya zat yang berbahaya lolos ke retina.

Gejala Degenerasi Makula

Penderita degenerasi makula biasanya akan mengalami gejala-gejala seperti berikut :

  • Secara mendadak atau perlahan kehilangan fungsi penglihatan pada pusat lapang pandang (terdapat daerah kosong atau gelap pada penglihatan tengah).
  • Gejala awal dapat berupa gangguan penglihatan pada satu mata, di mana garis yang lurus akan terlihat bergelombang.
  • Gejala degenerasi makula tidak disertai nyeri/sakit.

Faktor Resiko Degenerasi Makula

Beberapa faktor berikut membuat seseorang lebih berpotensi terkena degenerasi makula dibanding lainnya.

  1. Umur (usia lebih dari 50 tahun)
  2. Keturunan (riwayat keluarga menderita degenerasi makula)
  3. Orang kulit putih
  4. Perokok
  5. Menderita hipertensi dan diabetes

Oh iya, degenerasi makula itu ada beberapa jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Degenerasi Makula Kering (Involutif)
    Berupa kerusakan atau penipisan makula tanpa diiringi pertumbuhan pembuluh darah baru. Biasanya terjadi karena proses penuaan (usia 6 ke atas).
  2. Degenerasi Makula Basah (Eksudatif)
    Terjadi akibat pembuluh darah pecah atau bocor sehingga menimbulkan jaringan parut. Jaringan parut ini kerap mengakibatkan terbentuknya pembuluh darah baru abnormal dan sangat rapuh (mudah pecah/bocor). Darah dan cairan yang merembes akan merusak makula sehingga memperparah penyakit. Biasanya dialami penderita diabetes atau hipertensi.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Bagikan :

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Defisiensi Vitamin A

Vitamin A memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya bagi mata, tetapi juga bagi organ tubuh lain seperti kulit, gigi, saluran kencing, dan saluran pernapasan. Vitamin A juga berfungsi sebagai salah satu benteng tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Defisiensi (kekurangan) vitamin A dapat menimpa siapa saja, tidak hanya kaum papa, akan tetapi orang yang mampu secara ekonomi pun dapat mengalaminya.

Penyebab Defisiensi Vitamin A

Kekurangan vitamin A terjadi akibat beberapa faktor berikut :

  • Kemiskinan
  • Kurangnya kepedulian terhadap kesehatan
  • Kurangnya pengetahuan akan manfaat dan bahayanya kekurangan vitamin A
  • Kurangnya pengetahuan mengenai ragam makanan yang mengandung vitamin A

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Berikut ini ada beberapa penyakit atau gangguan akibat kekurangan vitamin A :

  1. Rabun Senja
    Ciri-cirinya pada waktu sore oenderita tidak dapat melihat dengan jelas sehingga sering menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya.
  2. Xeroftalmia
    Xeroftalmia terjadi bila rabun senja bertambah parah, ciri-cirinya mata menjadi sensitif terhadap cahaya, kelenjar air mata berhenti berfungsi sehingga bola mata menjadi kering. Pada kornea akan muncul bintik-bintik putih. Bila tidak segera ditangani akan mengakibatkan kebutaan.
  3. Bintik bitot (kerusakan pada retina mata)
  4. Gangguan tumbuh kembang pada usia anak-anak
  5. Kerusakan tulang dan pembentukan gigi
  6. Frinoderma (kulit kaki dan tangan bersisik)
  7. Infeksi saluran pernafasan

Gejala Defisiensi Vitamin A

  • Kulit menjadi kasar dan kering
  • Mudah terkena infeksi saluran kencing (ISK) dan saluran pernapasan akut (ISPA)
  • Gangguan pertumbuhan pada anak
  • Rambut kering
  • Kuku mudah patah
  • Kelainan pada mata

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Baiklah, mungkin itu beberapa definisi tentang masalah Defisiensi (Kekurangan) Vitamin A. Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan beri komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Bagikan :