Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Buta warna merupakan salah satu gangguan pada penglihatan warna. Gangguan tersebut terjadi karena sel-sel kerucut di dalam retina mengalami kelemahan atau kerusakan, sehingga kesulitan menangkap spektrum warna tertentu.

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya – Seseorang dikategorikan buta warna setelah melalui pemeriksaan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti uji anamaloskop, uji fransworth 100 hue, uji holmgren, dan uji ishihara. Uji ishihara merupakan uji penglihatan yang menjadi pilihan utama di banyak negara. Uji ini terbilang cukup sederhana karena alat bantunya hanya berupa buku.Buku ini diciptakan Dr. Shinobu Ishihara sehingga terkenal sebagai buku ishihara.

Uji ishihara memakai satu seri titik bola kecil dengan warna yang besar yang berbeda-beda (gambar pseudokromatik). Hal ini akan membuat keseluruhan warna terlihat pucat dan menyulitkan orang untuk melihatnya. Penderita buta warna hanya dapat melihat sebaian saja atau bahkan sama sekali tidak dapat melihat gambaran yang diperlihatkan.

Penyebab Buta Warna

Buta warna dapat terjadi karena berbagai sebab, berikut ini beberapa diataranya :

  • Menderita penyakit tertentu yang dapat mengakibatkan buta warna
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Mengalami kecelakaan/trauma pada mata
  • Genetik (keturunan)

Dan berikut ini ada beberapa penyakit yang diturunkan dan dapat mengakibatkan buta warna, contohnya seperti: distrofi kerucut, distrofi kerucut-batang, akromatism, ARMD (Age Related Macular Degeneration), DM (Diabetes Melitus) dan Amaurosis Leber’s Kongenital.

Pada buta warna akibat keturunan, potensi menderita buta warna lebih besar pada laki-laki (sekitar 8%) dibandingkan wanita yang hanya (1%). Gen buta warna diturunkan melalui kromososm X secara resesif (Xb). Kromosom wanita normal adalah XX, sedangkan pria normal memiliki kromosom XY. Dengan demikian, seorang laki-laki akan mengalami buta warna jika mewarisi kromosom Xb dari ibunya, sehingga kromosomnya menjadi XbY. Ada pun seorang wanita baru akan menderita buta warna bila kedua kromosomnya mengandung gen buta warna (XbXb. Bila kromosom tersebut hanya sebagai pembawa sifat (carrier).

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *