Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Glaukoma adalah nama yang diberikan kepada sekelompok penyakit mata di mana penglihatan hilang karena kerusakan pada saraf optik. Umumnya tidak ada gejala atau tanda peringatan pada tahap awal kondisi mata ini. Hilangnya penglihatan biasanya berangsur-angsur dan sejumlah besar penglihatan tepi (sisi) mungkin hilang sebelum ada kesadaran akan masalah apapun.

Masalah utama pada glaucoma adalah kerusakan pada saraf optik. Tekanan intraokular (IOP) adalah tekanan cairan di dalam mata. Tingkat tekanan mata di mana ada kerusakan progresif pada saraf optik bervariasi antara orang-orang: beberapa individu dengan tekanan mata tinggi tidak mengembangkan kerusakan saraf, sementara yang lain dengan tekanan mata normal mengalami kerusakan saraf progresif.

Tekanan cairan bola mata berperan dalam pembentukan bola mata. Bila tekanan normal, bola mata akan terbentuk dengan baik. Jika terlalu rendah, bola mata akan menjadi kempis. Dan bila terlalu tinggi, bola mata akan menjadi keras. Hal ini akan mengakibatkan sel retina dan serabut saraf tertekan dan rusak sehingga penglihatan pada mata menjadi sempit. Bila seseorang mengalami kondisi seperti ini, orang tersebut dapat dikategorikan menderita Glaukoma.

Jenis Jenis Glaukoma

Di Indonesia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berita buruk lainnya, kebutaan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan sebagaimana akibat katarak. Ada empat jenis glaukoma, berikut ini diantaranya:

  1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka
    Glaukoma jenis ini biasanya dialami oleh orang usia lanjut dan merusak ketajaman penglihatan seseorang secara perlahan-lahan. Kondisi ini menyebabkan penderita tidak menyadari keadaan matanya, dan akhirnya mengalami kebutaan yang tidak dapat ditolong lagi. Gejala awal yang dirasakan bila berjalan sering menabrak sesuatu karena mata mereka telah kehilangan lapangan pandang untuk melihat bagian tepi.
  2. Glaukoma Primer Sudut Tertutup
    Glaukoma jenis ini terjadi tiba-tiba akibat menutupnya sudut bilik mata depan secara mendadak. Akibatnya, tekanan bola mata mendadak tinggi. Gejala yang dialami biasanya pandangan mata mendadak kabur, bila melihat lampu seperti ada pelangi, mata merah di sekitar mata terasa sangat sakit, sakit kepala, rasa mual dan dapat disertai muntah. Glaukoma jenis ini termasuk kasus gawat darurat mata yang bila tidak ditangani secepatnya (dalam waktu 2 x 24 jam) dapat menimbulkan kebutaan.
  3. Glaukoma Sekunder
    Glaukoma sekunder timbul sebagai akibat adanya penyakit lainnya, seperti peradangan pada jaringan mata, pembuluh darah pada mata tidak normal dan tumor. Glaukoma jenis ini juga dapat terjadi akibat kecelakaan atau trauma pada bola mata dan akibat konsumsi obat-obatan yang mengandung steroid.
  4. Glaukoma Kongenital
    Glaukoma kongenital terjadi karena sudut bilik mata depan terbentuk secara tidak normal sejak lahir. Meskipun glaukoma jenis ini jarang terjadi, namun orang tua sebaiknya waspada bila melihat tanda-tanda seperti berikut: bayi takut dan keluar air mata bila melihat cahaya, bola mata dan kornea lebih besar dari ukuran normal dan kornea terlihat tidak jernih.

Faktor Risiko Glaukoma

Pada kondisi tertentu, seseorang akan memiliki risiko mengalami glaukoma lebih tinggi dibanding yang lain. Kondisi tersebut diantaranya :

  1. Usia lebih dari 45 tahun
  2. Penderita diabetes
  3. Penderita miopa (mata minus) yang parah
  4. Penderita hipertensi
  5. Pekerja las
  6. Riwayat keluarga glaukoma

Kepastian seseorang menderita glaukoma dapat diketahui melalui pemeriksaan dengan menggunakan alat yang disebut tonometer.

Gejala Glaukoma

Seseorang akan dikategorikan menderita glaukoma  bila menderita hal-hal seperti berikut ini :

  • Sakit kepala terus menerus
  • Penglihatan semakin kabur
  • Gangguan saraf mata
  • Mengalami titik atau bintik buta

Penyebab Glaukoma

Tekanan cairan bola mata yang terlalu tinggi bisa disebabkan karena dua kondisi seperti :

  1. Meningkatnya produksi cairan bola mata
  2. Tersumbat nya cairan bola mata

Pengobatan glaukoma dimaksudkan untuk mempertahankan tajamnya penglihatan yang ada agar jangan sampai memburuk. Baiklah, semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berikan komentar dibawah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *