Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

source image: www.medicalnewstoday.com

Mata Minus

Pada mata normal, cahaya atau sinar yang masuk akan terfokus pada retina. Bila sinar masuk tidak jatuh tepat di retina, mata seseorang dapat dikategorikan menderita kelainan refraksi/pembiasaan.

Miopia merupakan kondisi seseorang tidak dapat melihat objek jarak jauh dengan baik. Oleh karena itu, miopia dikenal juga dengan sebutan rabun jauh. Miopia terjadi karena cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina. Miopia lazim dikenal dengan Mata Minus karena kelainan refraksi jenis ini dapat diatasi dengan kacamata lensa minus (-).

Jenis Penyakit Mata Minus

Jenis Penyakit Mata Minus – Berdasarkan ukuran dioptri lensa yang dibutuhkan untuk mengoreksi kelainan mata, mata minus (miopia) dibagi menjadi tiga jenis, berikut ini diantaranya :

  1. Mata Minus Ringan
    Seseorang dikategorikan menderita mata minus ringan bila lensa koreksi yang dibutuhkan berukuran (-)0,25 s/d 3,00 dioptri.
  2. Mata Minus Sedang
    Mata minus sedang membutuhkan lensa koreksi ukuran (-) 3,25 s/d 6,00 dioptri.
  3. Mata Minus Tinggi atau Berat
    Penderita mata minus klasifikasi tinggi membutuhkan lensa koreksi ukuran >(-) 6,00 dioptri. Mata minus tinggi rawan terhadap bahaya ablasi retina (pelepasan retina) dan glaukoma sudut terbuka.

Bentuk Mata Minus

Menurut perjalan mata minus dikenal tiga bentuk mata minus sebagai berikut :

  1. Mata Minus Stasioner (Miopis Stasioner) , yaitu jenis mata minus yang menetap setelah dewasa.
  2. Mata Minus Progresif (Mata Minus Progresif), jenis ini bertambah terus pada usia dewasa akibat bertambah panjangnya bola mata.
  3. Mata Minus Maligna (Mata Minus Maligna), yaitu jenis mata minus yang berjalan progresif dan dapat mengakibatkan ablasi retina dan kebutaan.

Gejala Penyakit Mata Minus

Gejala Mata Minus – Penderita penyakit mata minus biasanya menunjukkan gejala seperti berikut :

  • Mata terasa tegang karena mencoba fokus
  • Mata sering mengernyit
  • Sakit kepala, terutama daerah tengkuk dan dahi
  • Cepat Mengantuk
  • Penglihatan Kabur bila melihat objek jauh
  • Pegal bada bola mata

Faktor Risiko Mata Minus

Faktor Risiko Mata Minus – Tidak semua orang akan menderita mata minus. Tapi beberapa faktor dibawah ini meningkatkan risiko seseorang menderita mata minus :

  1. Keturunan
    Orang tua yang mempunyai bola mata lebih panjang dari ukuran normal akan melahirkan keturunan yang memiliki bola mata yang lebih panjang dari normal pula. Sebagian besar kasus mata minus disebabkan penurunan sifat dari orang tua.
  2. Etnis
    Orang asia berpotensi menderita mata minus lebih besar (70% – 90%) dibandingkan orang Eropa dan Amerika yang hanya sekitar (30% – 40%). Potensi paling kecil adalah orang Afrika yang hanya (10% – 20%).
  3. Kekurangan makanan bergizi saat masa pertumbuhan hingga umur 12 tahun.
  4. Perilaku Tidak Sehat/Kebiasaan Buruk
    Beberapa kebiasaan buruk yang menimbulkan potensi terkena mata minus diantaranya :
    Membaca sambil tiduran
    Membaca dengan minim penerangan
    Membaca terlalu lama (tanpa istirahat)
    Terlalu lama bekerja di depan komputer
    Menonton televisi terlalu dekat
    Main game dengan televisi ukuran besar dengan jarak yang dekat
    Kebiasaan melihat dari jarak dekat terus menerus
    Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Itulah beberapa jenis gejala dan bentuk faktor risiko penyakit mata minus. Dan perlu Anda ketahui, mata minus dapat diatasi dengan penggunaan kacamata berlensa minus atau lensa kontak agar cahaya tepat jatuh di retina. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Gejala Dan Bentuk Faktor Risiko Penyakit Mata Minus

 

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *