Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Keratitis adalah suatu kondisi di mana kornea mata, kubah yang jelas di permukaan depan mata, menjadi meradang. Kondisi ini sering ditandai dengan nyeri sedang sampai intens dan biasanya melibatkan salah satu gejala seperti nyeri, gangguan penglihatan, fotofobia (kepekaan cahaya), mata merah dan sensasi mata berpasir.

Keratitis merupakan penyakit mata berupa peradangan pada kornea (selaput bening mata) yang menyebabkan kornea menjadi keruh. Akibatnya penderita akan mengalami penurunan penglihatan. Kondisi ini sangat serius karena dapat menimbulkan kebutaan jika dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan.

Beberapa bentuk keratitis mungkin melibatkan infeksi, termasuk keratitis bakteri, keratitis virus, keratitis jamur dan keratitis parasit. Pemakai lensa kontak perlu mengingat bahwa keratitis menular dapat terjadi karena tidak merawat lensa kontak Anda dengan benar.

Suatu bentuk keratitis yang tidak menular dapat disebabkan oleh goresan kuku yang sederhana atau karena memakai lensa kontak Anda terlalu lama.

Apapun bentuk keratitis yang mungkin Anda miliki, sangat penting bagi Anda untuk segera mengunjungi dokter mata. Menunggu agar keratitis Anda didiagnosis dan diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kebutaan.

Jenis Penyakit Keratitis

Jenis Penyakit Keratitis – Berdasarkan lapisan lapisan yang terkena, keratitis ada berbagai macam jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  • Keratitis Pungtata
  • Keratitis Marginal
  • Keratitis Interstisial

Apabila berdasarkan penyebab nya, ada empat jenis keratitis. Berikut ini beberapa diantaranya :

  • Keratitis jamur
  • Keratitis virus
  • Keratitis acanthamoeba
  • Keratitis bakteri

Penyebab Keratitis

Penyebab Penyakit Keratitis – Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan keratitis :

  1. Infeksi akibat jamur, virus dan bakteri
  2. Trauma Mata
    Trauma mata yang dapat mengakibatkan keratitis diantaranya mata kemasukan benda asing atau kornea tergores akibat penggunaan lensa kontak.
  3. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu
    Obat-obatan yang dapat mengakibatkan keratitis yaitu golongan obat penekan sistem imun seperti kortikosteroid dan obat penghilang rasa nyeri.
  4. Penderita Penyakit Tertentu
    Selain defisiensi (kekurangan) vitamin A, beberapa penyakit yang berpotensi meningkatkan resiko keratitis yaitu penyakit konjungtivitis menahun, diabetes melitus, HIV/AIDS dan kanker.
  5. Musim panas dan daerah yang lembab
  6. Penurunan daya kekebalan tubuh (imunitas)
  7. Pekerjaan Tertentu
    Orang yang bekerja sebagai petani atau bekerja di lingkungan pertanian dan perkebunan memiliki resiko lebih tinggi terkena keratitis dibanding yang lain. Hal ini akibat paparan sinar matahari, polusi, serta partikel udara seperti debu dan serbuk sari.

Gejala Keratitis

Gejala Penyakit Keratitis – Penderita keratitis pada umum nya akan mengalami beberapa gejala seperti berikut ini :

  1. Terdapat lesi putih pada kornea
  2. Rasa nyeri
  3. Serasa ada yang mengganjal pada mata
  4. Mata merah
  5. Penglihatan menurun

Baiklah, bagi Anda yang menderita penyakit keratitis, sebaiknya segera atasi dan obati ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan pun dapat berupa pemberian antibiotik, air mata buatan, analgesik (pereda nyeri), dll. Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by : Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Mata Keratitis Berikut Penyebab Dan Gejalanya

Bagikan :

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

(source image: www.exetereye.co.uk)

Definisi Ptosis

Ptosis (kelopak mata terkulai) merupakan istilah medis kelopak mata atas tidak dapat diangkat atau dibuka. Ptosis adalah drooping atau penurunan kelopak mata bagian atas. Kemuraman mungkin lebih buruk setelah bangun lebih lama ketika otot-otot individu lelah. Kondisi ini kadang-kadang disebut “mata malas”, tetapi istilah itu biasanya mengacu pada kondisi amblyopia. Jika cukup parah dan tidak ditangani, kelopak mata yang terkulai dapat menyebabkan kondisi lain, seperti amblyopia atau astigmatisme. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bahwa gangguan ini untuk dirawat pada anak-anak di usia muda, sebelum dapat mengganggu perkembangan penglihatan.

Ptosis terjadi karena disfungsi otot-otot yang meningkatkan kelopak mata atau suplai saraf mereka (saraf okulomotor untuk levator palpebrae superioris dan syaraf simpatis untuk otot tarsal superior). Hal ini dapat mempengaruhi satu mata atau kedua mata dan lebih sering terjadi pada orang tua, karena otot di kelopak mata bisa mulai memburuk. Namun, seseorang juga dapat dilahirkan dengan ptosis. (en.wikipedia.org)

Penyebab Ptosis

Penyebab ptosis (kelopak mata terkulai) dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  1. Kelainan kongenital. Kelainan ini terjadi akibat kelemahan otot levator (otot levator berperan dalam membuka kelopak mata) dan tidak berfungsinya saraf okulomotor di daerah nukles saraf ketiga diotak.
  2. Trauma langsung pada kelopak mata.
  3. Jaringan penyokong bola mata tidak sempurna.
  4. Penyakit miastenia gravis (kelemahan pada otot)

Gejala Ptosis

Gejala Ptosis – Berikut ini beberapa gejala yang dapat diamati pada penderita ptosis :

  • Kesulitan membuka mata secara normal
  • Kelopak mata atas menutup secara tidak normal
  • Peningkatan produksi air mata
  • Gangguan penglihatan
  • Muncul ambliopia akibat kelopak mata menutupi visual axis
  • Iritasi pada kornea karena tertekan terus oleh kelopak mata
  • Pada anak biasanya akan terlihat guliran kepala ke arah belakang untuk mengangkat kelopak mata agar dapat melihat dengan jelas

Itulah beberapa penyebab dan gejala ptosis (kelopak mata terkulai). Dan Anda juga jangan khawatir, ptosis dapat diperbaiki dengan melatih otot mata yang terkena. Cara melatihnya yaitu dengan memaksa melihat dengan menggunakan mata tersebut selama beberapa menit tiap jam nya. Hal ini bertujuan untuk membangun toleransi otot.

Ada juga dengan cara operasi, yaitu operasi blepharoplasty. Operasi ini dilakukan bila latihan otot tidak berhasil. Operasi bertujuan mengencangkan otot levator mata sehingga dapat mengembalikan kelopak mata ke posisi semula. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Inilah Penyebab Gejala Ptosis Dan Cara Penanganannya

Bagikan :

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Katarak mengaburkan lensa mata yang mencegah penglihatan yang jernih. Meskipun sebagian besar kasus katarak terkait dengan proses penuaan, kadang-kadang anak-anak dapat lahir dengan kondisi tersebut, atau katarak dapat berkembang setelah cedera mata, peradangan, dan beberapa penyakit mata lainnya.

Pencegahan Penyakit Mata Katarak

Pencegahan Penyakit Mata Katarak – Mencegah lebih baik daripada mengobati dan tentu saja lebih murah. Beberapa kebiasaan berikut ini dapat dilakukan agar tidak terkena penyakit katarak :

  1. Rutin melakukan pemeriksaan mata, agar bila terjadi kelainan pada mata dapat segera ditangani.
  2. Menggunakan kacamata hitam bila di luar ruangan untuk melindungi mata dari paparan langsung sinar matahari.
  3. Tidak merokok.
  4. Tidak minum minuman beralkohol.
  5. Hindari makanan cepat saji atau makanan yang mengandung lemak jenuh, gula, dan sodium dalam jumlah tinggi.

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah yang kaya magnesium seperti kacang, biji-bijian, telur dan sayuran hijau. Magnesium berfungsi untuk meningkatkan kesehatan darah dan fungsi otot. Perbanyak pula konsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin A, C dan E.

source image: hiayurveda.com

Makanan yang banyak mengandung vitamin A misalnya buah naga, mangga, apel, wortel, bayam, paprika dan kemangi.Vitamin E terdapat pada biji-bijian , kacang-kacangan dan minyak sayur. Sedangkan sumber makanan yang banyak mengandung vitamin C diantaranya adalah jeruk, melon dan brokoli.

Dan perlu Anda ketahui juga, mengkonsumsi satu cangkir teh hijau setiap hari dipercaya dapat mencegah katarak. Hal ini karena adanya kandungan antioksidan pada teh hijau. Selain itu, teh hijau berkhasiat meningkatkan fungsi otot. Dianjurkan juga untuk mengonsumsi jus wortel setelah makan siang. Jus wortel mengandungbeta karoten yang membantu tubuh memproduksi vitamin A. Konsumsi kunyit dan jahe juga dianjurkan karena kandungan antioksidan nyabersifat antiperadangan serta mampu menekan perkembangan lebih lanjut pada mata katarak.

Pengobatan Penyakit Mata Katarak

Pengobatan Penyakit Mata Katarak – Penyakit mata katarak dapat diatasi dengan operasi. Sudah banyak penderita yang sembuh dengan cara ini. Ada beberapa macam teknik operasi katarak, yaitu fakoemulsifikasi, pembedahan ekstrakapsuler, pembedahan intrakapsuler dan pembedahan menggunakan laser (femtosecond).

  • Fakoemulsifikasi
    Sebuah lensa buatan akan dipasang pada posisi sama dengan posisi lensa mata sebelumnya. Teknik ini hanya membutuhkan sedikit obat pemati rasa dan tidak perlu penjahitan.
  • Ekstrakapsuler
    Teknik ini dilakukan pada kondisi lensa mata sangat keruh sehingga sulit dihancurkan dengan  fakoemulsifikasi. Lensa buatan akan dipasang menggantikan lensa asli, tepat diposisi semula. Cara ini memerlukan penjahitan untuk menutup luka dan obat pemati rasa lebih banyak.
  • Intrakapsuler
    Teknik  intrakapsuler dilakukan untuk mengatasi trauma mata yang berat. Lensa harus dikeluarkan beserta selubungnya kemudian lensa buatan akan dipasang di depan iris.
  • Femtosecond
    Femtosecond merupakan teknologi pembedahan katarak menggunakan laser. Penggunaan lsaer mencegah trauma pada endotel dan dapat menurunkan risiko terjadinya kerusakan kapsul posterior sehingga lebih aman. Kemampuan laser dalam mengeluarkan jaringan derajat presisi yang tinggi dan ketersediaan laser dengan berbagai panjang gelombang dan merupakan keunggulan lain dari teknik ini.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Mata Katarak Paling Efektif

Bagikan :

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

Katarak berasaldari bahasa Latin yaitu Cataracta yang berarti air terjun. Karena penderita katarak bila akan melihat sesuatu seakan ada air terjun di depan matanya sehingga pandangan tertutup (tidak kelihatan). Dalam bahasa inggris katarak disebut dengan Pearleye yang artinya mata mutiara, sedangkan di Indonesia kelainan ini dinamakan mata ikan.

Katarak merupakan gangguan penglihatan karena lensa mata keruh sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak bisa diterima oleh retina dengan sempurna. Hal ini menyebabkan penglihatan seseorang menjadi buram. Katarak juga dapat mengakibatkan kebutaan. Katarak merupakan penyebab kebutaan terbesar setelah akibat glaukoma.

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

source image: www.ranelle.com

Jenis Katarak

Berdasarkan penyebab dan waktu terjangkitnya, katarak terbagi dalam lima jenis, berikut ini diantaranya:

  1. Katarak Kongenital
    Katarak kongenital merupakan katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan. Pada umumnya disebabkan oleh infeksi dan kelainan metabolisme yang terjadi saat pembentukan janin. Katarak jenis kongenital ini jarang terjadi.
  2. Katarak Traumatik
    Katarak Traumatik merupakan yang terjadi karena kecelakaan pada mata, misalnya tertusuk hingga menembus lensa, atau mata terbentur sesuatu sampai robek. Katarak juga dapat terjadi akibat paparan sinar matahari ultraviolet dan radiasi dalam jangka lama seperti pada pekerja las dan lainnya.
  3. Katarak Sekunder
    Katarak sekunder merupakan jenis katarak yang dialami oleh penderita diabetes. Potensi penderita diabetes mengalami katarak meningkat 10 kali lipat dibanding dengan orang tanpa diabetes. Katarak sekunder juga dapat dialami oleh orang tanpa diabetes, karena katarak jenis ini dapat timbul akibat pengaruh jenis obat-obatan tertentu yang dikonsumsi orang tersebut.
  4. Katarak Senilis
    Katarak Senilis adalah jenis katarak yang sering terjadi dan timbul setelah seseorang berusia 40 tahun. Katarak ini disebut juga katarak ketuaan. Katarak senilis disebabkan oleh penurunan kualitas kesehatan akibat bertambahnya usia dan berpengaruh juga pada kesehatan mata.
  5. Katarak Komplikasi
    Katarak komplikasi merupakan katarak yang disebabkan oleh infeksi mata atau sebagai akibat penyakit mata lainnya.

Gejala Mata Katarak

Seseorang akan dikategorikan menderita katarak bila mengalami gangguan seperti berikut:

  • Penglihatan buram seperti melihat dari balik kacamata hitam.
  • Penglihatan semakin kabur menjelang sore, terutama pada malam hari.
  • Penglihatan ganda pada suatu mata (bila mata yang satunya di tutup).
  • Silau melihat cahaya terang.
  • Mata terasa gatal.
  • Sering mengeluarkan air mata.
  • Kadang merasa nyeri pada mata.
  • Adanya pembengkakan pada lensa mata.
  • Mengalami perubahan warna menjadi lebih putih pada bagian mata yang hitam.

Kepastian seseorang menderita katarak tentu lebih terpercaya bila telah melalui pemeriksaan dokter.

Perlu Anda ketahui, mencegah lebih baik daripada mengobati dan tentu saja lebih murah. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Mengenal Jenis Penyakit Mata Katarak Dan Gejalanya

Bagikan :

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Glaukoma adalah nama yang diberikan kepada sekelompok penyakit mata di mana penglihatan hilang karena kerusakan pada saraf optik. Umumnya tidak ada gejala atau tanda peringatan pada tahap awal kondisi mata ini. Hilangnya penglihatan biasanya berangsur-angsur dan sejumlah besar penglihatan tepi (sisi) mungkin hilang sebelum ada kesadaran akan masalah apapun.

Masalah utama pada glaucoma adalah kerusakan pada saraf optik. Tekanan intraokular (IOP) adalah tekanan cairan di dalam mata. Tingkat tekanan mata di mana ada kerusakan progresif pada saraf optik bervariasi antara orang-orang: beberapa individu dengan tekanan mata tinggi tidak mengembangkan kerusakan saraf, sementara yang lain dengan tekanan mata normal mengalami kerusakan saraf progresif.

Tekanan cairan bola mata berperan dalam pembentukan bola mata. Bila tekanan normal, bola mata akan terbentuk dengan baik. Jika terlalu rendah, bola mata akan menjadi kempis. Dan bila terlalu tinggi, bola mata akan menjadi keras. Hal ini akan mengakibatkan sel retina dan serabut saraf tertekan dan rusak sehingga penglihatan pada mata menjadi sempit. Bila seseorang mengalami kondisi seperti ini, orang tersebut dapat dikategorikan menderita Glaukoma.

Jenis Jenis Glaukoma

Di Indonesia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berita buruk lainnya, kebutaan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan sebagaimana akibat katarak. Ada empat jenis glaukoma, berikut ini diantaranya:

  1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka
    Glaukoma jenis ini biasanya dialami oleh orang usia lanjut dan merusak ketajaman penglihatan seseorang secara perlahan-lahan. Kondisi ini menyebabkan penderita tidak menyadari keadaan matanya, dan akhirnya mengalami kebutaan yang tidak dapat ditolong lagi. Gejala awal yang dirasakan bila berjalan sering menabrak sesuatu karena mata mereka telah kehilangan lapangan pandang untuk melihat bagian tepi.
  2. Glaukoma Primer Sudut Tertutup
    Glaukoma jenis ini terjadi tiba-tiba akibat menutupnya sudut bilik mata depan secara mendadak. Akibatnya, tekanan bola mata mendadak tinggi. Gejala yang dialami biasanya pandangan mata mendadak kabur, bila melihat lampu seperti ada pelangi, mata merah di sekitar mata terasa sangat sakit, sakit kepala, rasa mual dan dapat disertai muntah. Glaukoma jenis ini termasuk kasus gawat darurat mata yang bila tidak ditangani secepatnya (dalam waktu 2 x 24 jam) dapat menimbulkan kebutaan.
  3. Glaukoma Sekunder
    Glaukoma sekunder timbul sebagai akibat adanya penyakit lainnya, seperti peradangan pada jaringan mata, pembuluh darah pada mata tidak normal dan tumor. Glaukoma jenis ini juga dapat terjadi akibat kecelakaan atau trauma pada bola mata dan akibat konsumsi obat-obatan yang mengandung steroid.
  4. Glaukoma Kongenital
    Glaukoma kongenital terjadi karena sudut bilik mata depan terbentuk secara tidak normal sejak lahir. Meskipun glaukoma jenis ini jarang terjadi, namun orang tua sebaiknya waspada bila melihat tanda-tanda seperti berikut: bayi takut dan keluar air mata bila melihat cahaya, bola mata dan kornea lebih besar dari ukuran normal dan kornea terlihat tidak jernih.

Faktor Risiko Glaukoma

Pada kondisi tertentu, seseorang akan memiliki risiko mengalami glaukoma lebih tinggi dibanding yang lain. Kondisi tersebut diantaranya :

  1. Usia lebih dari 45 tahun
  2. Penderita diabetes
  3. Penderita miopa (mata minus) yang parah
  4. Penderita hipertensi
  5. Pekerja las
  6. Riwayat keluarga glaukoma

Kepastian seseorang menderita glaukoma dapat diketahui melalui pemeriksaan dengan menggunakan alat yang disebut tonometer.

Gejala Glaukoma

Seseorang akan dikategorikan menderita glaukoma  bila menderita hal-hal seperti berikut ini :

  • Sakit kepala terus menerus
  • Penglihatan semakin kabur
  • Gangguan saraf mata
  • Mengalami titik atau bintik buta

Penyebab Glaukoma

Tekanan cairan bola mata yang terlalu tinggi bisa disebabkan karena dua kondisi seperti :

  1. Meningkatnya produksi cairan bola mata
  2. Tersumbat nya cairan bola mata

Pengobatan glaukoma dimaksudkan untuk mempertahankan tajamnya penglihatan yang ada agar jangan sampai memburuk. Baiklah, semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berikan komentar dibawah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Penyakit Glaukoma Faktor Resiko Gejala Dan Penyebabnya

Bagikan :

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Floater merupakan kelainan mata yang terjadi pada vitreous (badan kaca) dan retina (saraf mata). Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit , floater dapat dirasakan selama beberapa hari sampai berbulan-bulan.

source image: www.allaboutvision.com

Floaters adalah endapan berbagai ukuran, bentuk, konsistensi, indeks bias, dan motilitas dalam humor vitreous mata, yang biasanya transparan. Pada usia muda, vitreous transparan, tetapi seiring bertambahnya usia, ketidaksempurnaan berangsur-angsur berkembang. Jenis umum floater yang hadir di mata kebanyakan orang adalah karena perubahan degeneratif dari humor vitreous. Persepsi floaters dikenal sebagai myodesopsia atau kurang umum seperti myodaeopsia, myiodeopsia, atau myiodesopsia. Mereka juga disebut Muscae volitantes (bahasa Latin: “terbang terbang”), atau mouches volantes (dari Perancis). Floaters terlihat karena bayangan yang dilemparkan pada retina atau pembiasan cahaya yang melewati mereka, dan dapat muncul sendiri atau bersama dengan beberapa orang lain di bidang visual seseorang. Mereka mungkin muncul sebagai bintik-bintik, benang, atau pecahan jaring laba-laba, yang mengambang perlahan di depan mata pengamat, dan bergerak terutama ke arah di mana mata bergerak. Karena benda-benda ini ada di dalam mata itu sendiri, mereka bukanlah ilusi optik tetapi merupakan fenomena entoptic. Mereka tidak harus bingung dengan salju visual, meskipun kedua kondisi ini dapat hidup berdampingan. (source: en.wikipedia.org)

Penyebab Floater Mata

Seiring dengan bertambahnya usia, cairan di dalam badan kaca yang struktur nya seperti gel akan berkurang kekentalannya, sehingga ada celah antara dinding retina dengan badan kaca. Pengurangan ini dapat terjadi karena beberapa hal seperti berikut:

  1. Usia lebih adri 55 tahun
  2. Menderita miopia
  3. Riwayat operasi mata
  4. Pernah dilakukan laser retina atau kasus retina lainnya

Gejala Floater Mata

  • Penderita floater akan merasakan gejala seperti ada kilatan cahaya di dalam mata (fotopsia). Gejala ini akan lebih sering terlihat di malam hari atau di ruangan gelap.
  • Penderita lain mungkin akan mengalami seperti melihat benang atau cacing kecil yang melayang pada penglihatan. Gejala ini akan jelas terlihat saat melihat langit cerah atau objek berwarna putih polos.

Floater tidak kelihatan dari luar mata, akan tetapi untuk meminimalisasi akibat yang tidak diinginkan seperti ablasi retina, maka bila mengalami gejala-gejala seperti diatas, segera periksa ke dokter untuk dapat memastikan kondisinya berbahaya atau tidak. Baiklah semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat. Bila ada yang ingin ditanyakan silahkan beri komentar dibawah.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Ketahui Penyebab Dan Gejala Penyakit Floater Mata

Bagikan :

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Degenerasi Makula

Makula merupakan pusat retina dan bagian paling vital dari retina. Makula terletak di belakang mata dan berfungsi membantu melihat detail halus sebuah benda. Penderita degenerasi makaula akan mengalami kesulitan melakukan kegiatan yang membutuhkan penglihatan tajam seperti membaca, mengemudi, menonton televisi dan mengenali wajah seseorang.

Penyebab Degenerasi Makula

Degenerasi Makula terjadi akibat kerusakan pada epitel pigmen retina. Epitel pigmen retina adalah lapisan pemisah antara retina dan koroid (lapisan pembuluh darah di belakang retina). Fungsi epitel pigmen retina sebagai penyaring zat gizi dari koroid ke retina. Kerusakan epitel pigmen retina berakibat adanya zat yang berbahaya lolos ke retina.

Gejala Degenerasi Makula

Penderita degenerasi makula biasanya akan mengalami gejala-gejala seperti berikut :

  • Secara mendadak atau perlahan kehilangan fungsi penglihatan pada pusat lapang pandang (terdapat daerah kosong atau gelap pada penglihatan tengah).
  • Gejala awal dapat berupa gangguan penglihatan pada satu mata, di mana garis yang lurus akan terlihat bergelombang.
  • Gejala degenerasi makula tidak disertai nyeri/sakit.

Faktor Resiko Degenerasi Makula

Beberapa faktor berikut membuat seseorang lebih berpotensi terkena degenerasi makula dibanding lainnya.

  1. Umur (usia lebih dari 50 tahun)
  2. Keturunan (riwayat keluarga menderita degenerasi makula)
  3. Orang kulit putih
  4. Perokok
  5. Menderita hipertensi dan diabetes

Oh iya, degenerasi makula itu ada beberapa jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Degenerasi Makula Kering (Involutif)
    Berupa kerusakan atau penipisan makula tanpa diiringi pertumbuhan pembuluh darah baru. Biasanya terjadi karena proses penuaan (usia 6 ke atas).
  2. Degenerasi Makula Basah (Eksudatif)
    Terjadi akibat pembuluh darah pecah atau bocor sehingga menimbulkan jaringan parut. Jaringan parut ini kerap mengakibatkan terbentuknya pembuluh darah baru abnormal dan sangat rapuh (mudah pecah/bocor). Darah dan cairan yang merembes akan merusak makula sehingga memperparah penyakit. Biasanya dialami penderita diabetes atau hipertensi.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyebab Gejala Dan Faktor Resiko Degenerasi Makula

Bagikan :

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Defisiensi Vitamin A

Vitamin A memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya bagi mata, tetapi juga bagi organ tubuh lain seperti kulit, gigi, saluran kencing, dan saluran pernapasan. Vitamin A juga berfungsi sebagai salah satu benteng tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Defisiensi (kekurangan) vitamin A dapat menimpa siapa saja, tidak hanya kaum papa, akan tetapi orang yang mampu secara ekonomi pun dapat mengalaminya.

Penyebab Defisiensi Vitamin A

Kekurangan vitamin A terjadi akibat beberapa faktor berikut :

  • Kemiskinan
  • Kurangnya kepedulian terhadap kesehatan
  • Kurangnya pengetahuan akan manfaat dan bahayanya kekurangan vitamin A
  • Kurangnya pengetahuan mengenai ragam makanan yang mengandung vitamin A

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Berikut ini ada beberapa penyakit atau gangguan akibat kekurangan vitamin A :

  1. Rabun Senja
    Ciri-cirinya pada waktu sore oenderita tidak dapat melihat dengan jelas sehingga sering menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya.
  2. Xeroftalmia
    Xeroftalmia terjadi bila rabun senja bertambah parah, ciri-cirinya mata menjadi sensitif terhadap cahaya, kelenjar air mata berhenti berfungsi sehingga bola mata menjadi kering. Pada kornea akan muncul bintik-bintik putih. Bila tidak segera ditangani akan mengakibatkan kebutaan.
  3. Bintik bitot (kerusakan pada retina mata)
  4. Gangguan tumbuh kembang pada usia anak-anak
  5. Kerusakan tulang dan pembentukan gigi
  6. Frinoderma (kulit kaki dan tangan bersisik)
  7. Infeksi saluran pernafasan

Gejala Defisiensi Vitamin A

  • Kulit menjadi kasar dan kering
  • Mudah terkena infeksi saluran kencing (ISK) dan saluran pernapasan akut (ISPA)
  • Gangguan pertumbuhan pada anak
  • Rambut kering
  • Kuku mudah patah
  • Kelainan pada mata

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Baiklah, mungkin itu beberapa definisi tentang masalah Defisiensi (Kekurangan) Vitamin A. Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan beri komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Penyakit Atau Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A

Bagikan :

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Buta warna, juga dikenal sebagai defisiensi penglihatan warna, adalah menurunnya kemampuan untuk melihat warna atau perbedaan warna. Tugas sederhana seperti memilih buah matang, memilih pakaian, dan membaca lampu lalu lintas bisa lebih menantang. Buta warna juga dapat membuat beberapa kegiatan pendidikan menjadi lebih sulit. Namun, masalah umumnya kecil, dan kebanyakan orang menemukan bahwa mereka dapat beradaptasi. Orang dengan buta warna total (achromatopsia) mungkin juga mengalami penurunan ketajaman visual dan merasa tidak nyaman di lingkungan yang terang.

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Jenis Jenis Buta Warna – Berdasarkan bentuknya, buta warna ada tiga jenis, berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Trikromat
    Pada trikromat, sel kerucut mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna (melemah). Hal ini akan menimbulkan penderita buta warna jenis ini kesulitan memahami satu jenis warna dasar. Bila yang dialami adalah kelemahan mengenal warna merah disebut protanomali, kesulitan mengenal warna hijau disebut deutranomali, sedangkan kondisi kesulitan mengenali warna biru disebut tritanomali.
  2. Dikromat
    Dikromat merupakan keadaan ketika satu dari tiga jenis sel kerucut tidak ada. Ada tiga jenis dikromat, yaitu protanopia (sel kerucut warna merah tidak ada), deutranopia (sel kerucut warna hijau tidak ada), dan tritanopia (tidak ada sel kerucut warna biru). Pada protanopia, penderita yang tidak bisa melihat warna merah sebagai satu warna dan akan terlihat sebagai warna abu-abu. Penderita deutranopia akan melihat warna hijau sebagai abu-abu. Sehingga bila melihat warna merah, merah muda, kuning dan hijau pun menjadi bingung, sedangkan penderita buta warna tritanopia biru dan kuning.
  3. Monokromat
    Monokromat ditandai dengan berkurang atau hilangnya semua penglihatan warna. Penderita hanya mampu melihat warna putih dan hitam saja. Buta warna jenis ini disebut dengan buta warna total.

Nah, seperti itulah tiga jenis pada masalah buta warna. Baiklah, oleh karena itu Anda juga harus tau bagaimana cara menangani masalah buta warna. Berikut ini cara penanganan buta warna.

Penanganan Buta Warna

Meskipun pada kasus buta warna akibat dari obat-obatan tertentu, dapat diatasi dengan menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut. Pada dasarnya buta warna tidak dapat diobati, baik dengan pengobatan herbal, vitamin mata, atau terapi lainnya. Penanganan buta warna dimaksudkan agar penderita tidak menemui kesulitan saat beraktivitas sehari-hari.

Apabila tujuan utama penanganan buta warna supaya lolos dalam tes kesehatan warna sehingga dapat bekerja atau kuliah ditempat yang kita inginkan, bisa diatasi dengan mempelajari tingkat kecerahan warna atau mempelajari buku ishihara. Penggunaan kacamata buta warna atau lensa kontak khusus juga dapat menjadi solusi. Kacamata untuk penderita buta warna telah ditemukan oleh Mark Changizi, ilmuwan dari Amerika Serikat. Dengan kacamata ini, penderita buta warna dapat membedakan warna. Kacamata khusus ini harganya masih sangat mahal dan harus diimpor.

Kondisi ini memunculkan kreativitas Nurul Annisa dan Syarif Muhammad Nur Taufik, pelajar SMA Negeri 4 Pontianak. Mereka mengadakan percobaan dengan menggunakan lensa kontak (seperti yang dijual di apotik) yang direndam dalam cairan ekstrak (kayu) secang selama 24 jam. Cara ini terbukti dapat membantu penderita buta warna parsial. Sebelum digunakan, lensa kontak tadi di sterilisasi agar tidak menimbulkan iritasi. Meskipun efektivitas lensa kontak ini hanya bertahan 8 jam, namun cukup membantu penderita buta warna dalam beraktivitas.

Menderita buta warna bukan berarti tidak dapat sukses dalam kehidupan. Selain dengan solusi di atas, dapat dicoba dengan mencari pekerjaan atau program studi yang tidak mensyaratkan buta warna. Beberapa tokoh terkenal dan sukses ternyata juga menderita buta warna. Mark Twain, Paul Newman, Bill Cosby, John Dalton, dan Mark Zuckerberg adalah sebagian di antaranya. Orang-orang yang disebutkan ini menjadikan kelemahannya (buta warna) bukan sebagai penghalang, namun sebagai pelecut semangat untuk meraih kesuksesan.

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Semoga artikel nya bermanfaat dan salam sehat. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan berikan komentar dibawah.

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Jenis Jenis Buta Warna Dan Cara Penanganannya

Bagikan :

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Buta warna merupakan salah satu gangguan pada penglihatan warna. Gangguan tersebut terjadi karena sel-sel kerucut di dalam retina mengalami kelemahan atau kerusakan, sehingga kesulitan menangkap spektrum warna tertentu.

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya – Seseorang dikategorikan buta warna setelah melalui pemeriksaan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti uji anamaloskop, uji fransworth 100 hue, uji holmgren, dan uji ishihara. Uji ishihara merupakan uji penglihatan yang menjadi pilihan utama di banyak negara. Uji ini terbilang cukup sederhana karena alat bantunya hanya berupa buku.Buku ini diciptakan Dr. Shinobu Ishihara sehingga terkenal sebagai buku ishihara.

Uji ishihara memakai satu seri titik bola kecil dengan warna yang besar yang berbeda-beda (gambar pseudokromatik). Hal ini akan membuat keseluruhan warna terlihat pucat dan menyulitkan orang untuk melihatnya. Penderita buta warna hanya dapat melihat sebaian saja atau bahkan sama sekali tidak dapat melihat gambaran yang diperlihatkan.

Penyebab Buta Warna

Buta warna dapat terjadi karena berbagai sebab, berikut ini beberapa diataranya :

  • Menderita penyakit tertentu yang dapat mengakibatkan buta warna
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Mengalami kecelakaan/trauma pada mata
  • Genetik (keturunan)

Dan berikut ini ada beberapa penyakit yang diturunkan dan dapat mengakibatkan buta warna, contohnya seperti: distrofi kerucut, distrofi kerucut-batang, akromatism, ARMD (Age Related Macular Degeneration), DM (Diabetes Melitus) dan Amaurosis Leber’s Kongenital.

Pada buta warna akibat keturunan, potensi menderita buta warna lebih besar pada laki-laki (sekitar 8%) dibandingkan wanita yang hanya (1%). Gen buta warna diturunkan melalui kromososm X secara resesif (Xb). Kromosom wanita normal adalah XX, sedangkan pria normal memiliki kromosom XY. Dengan demikian, seorang laki-laki akan mengalami buta warna jika mewarisi kromosom Xb dari ibunya, sehingga kromosomnya menjadi XbY. Ada pun seorang wanita baru akan menderita buta warna bila kedua kromosomnya mengandung gen buta warna (XbXb. Bila kromosom tersebut hanya sebagai pembawa sifat (carrier).

Prieharti
dr. Yekti Mumpuni

Posted by: Solusi Tetap Sehat

Mendeteksi Buta Warna Dan Penyebabnya

Bagikan :